Daftar Efikasi Vaksin COVID-19 di Indonesia, Mana yang Paling Tinggi?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Salah satu upaya Pemerintah dalam menekan jumlah kasus infeksi COVID-19 adalah dengan mengadakan program vaksinasi. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada enam jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Selain jenisnya, efikasi vaksin yang tersedia pun juga berbeda-beda.

Keenam jenis vaksin tersebut ialah Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Meski masing-masing vaksin memiliki perbedaannya sendiri, Kemenkes memastikan bahwa vaksin yang disediakan merupakan vaksin yang sudah aman dan efektif.

Namun, meski disebutkan ada enam jenis vaksin, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) pada lima jenis vaksin. Saat ini, vaksin Novavax masih dalam proses mendapatkan izin penggunaan tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak efikasi vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia berikut ini, seperti dirangkum dari situs resmi BPOM.

Sinovac

BPOM pertama kali mengeluarkan kebijakan untuk vaksin Sinovac pada awal tahun 2021 lalu. Dalam pengembangannya, vaksin ini telah melalui berbagai tahapan uji klinik yang salah satunya dilakukan di Indonesia.

Hasil analisis terhadap efikasi vaksin produksi Sinovac Biotech saat uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi sebesar 65,3 persen. Sementara itu, laporan efikasi di negara uji klinik lainnya, yakni Turki dan Brazil adalah 91,25 persen dan 78 persen.

AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Oxford University. Vaksin ini sudah masuk ke dalam daftar yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain di Indonesia, AstraZeneca juga digunakan di Inggris, Uni Eropa, Malaysia, dan negara lainnya.

Berdasarkan data hasil uji klinik pemberian vaksin AstraZeneca dua dosis dengan interval 4-12 minggu terhadap 23.745 subjek, vaksin ini dinyatakan aman dan menunjukkan efikasi sebesar 62,10 persen.

Sinopharm

Diproduksi oleh Beijing Bio-Institute Biological Products Co, vaksin Sinopharm sudah menjalani uji klinik fase tiga di Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya dengan total 42.000 subjek uji.

Hasil uji tersebut menunjukkan, vaksin ini memiliki efikasi sebesar 78,02 persen. Sementara itu, hasil imunogenisitas setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua menunjukkan seropositive rate netralisasi sebesar 99,52 persen pada orang dewasa dan 100 persen pada lansia.

Moderna

Vaksin yang mendapatkan izin EUA pada awal Juli lalu ini masuk ke daftar salah satu vaksin yang juga digunakan di Indonesia. Uji klinik fase tiga yang dilakukan pada November 2020 lalu menunjukkan bahwa vaksin ini memiliki efikasi sebesar 94,1 persen pada kelompok usia 18 hingga di bawah 65 tahun.

Sementara itu, pada kelompok usia 65 tahun ke atas, efikasi vaksin Moderna adalah sebesar 84,4 persen. Hasil ini diperoleh dari hasil pengamatan mulai hari ke-14 pasca penyuntikan.

Pfizer

Pfizer merupakan vaksin yang baru-baru ini mendapatkan izin EUA dari BPOM. Diproduksi oleh Pfizer and BioNTech, vaksin ini bisa diberikan oleh masyarakat berusia 12 tahun ke atas. Data imunogenisitas menunjukkan, vaksin ini terbukti menghasilkan respons imun yang baik.

Berdasarkan data uji klinik fase tiga, efikasi vaksin Pfizer pada usia 16 tahun ke atas menunjukkan keberhasilan sebanyak 95,5 persen. Sementara itu, pada remaja usia 12-15 tahun ke atas, efikasinya adalah sebesar 100 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel