Daftar Komoditas yang di Impor RI Jelang Ramadhan 2021

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah telah melakukan importasi untuk beberapa komoditas jelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2021. Komoditas-komoditas tersebut di impor dari negara lain untuk stabilisasi harga jual di pasar Indonesia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyebutkan, sejumlah komoditas yang diimpor supaya harganya stabil adalah kedelai, bawang putih, daging sapi atau kerbau hingga gula pasir.

"Ada beberapa komoditas yang sebagian dipenuhi dari impor misalnya bawang putih, daging sapi kerbau dan juga gula pasir," kata dia secara virtual, Senin, 12 April 2021.

Adapun untuk komoditas seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras dan minyak goreng tidak ada proses impor karena stoknya masih bisa dicukup dari dalam negeri.

"Semuanya dalam kondisi secara nasional mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk itu walau ada beberapa komoditas yang sebagian dipenuhi dari impor," papar dia.

Kebijakan impor untuk komoditas tersebut ditegaskannya berdasarkan keputusan rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Keputusan rakor juga telah menentukan kapan barang-barang itu masuk ke Indonesia.

"Rapat koordinasi para menteri dan memutuskan kapan barang itu masuk. Sehingga dari kalkulasi kami sementara ini ketersediaanya sampai Mei 2021 hampir semuanya mencukupi," ucapnya.

Secara rinci, untuk komoditas seperti kedelai perkiraan impor untuk tahun ini sebanyak 1.02 juta ton. Sebab, produksi dalam negeri diperkirakan hanya 38,56 ribu dengan stok tahun lalu 413,11 ribu ton dan perkiraan kebutuhan 1,3 juta ton.

Adapun untuk bawang putih diimpor sebanyak 202,85 ribu ton karena perkiraan produksi dalam negeri hanya 14,29 ribu dan stok akhir Desember 2020 sebanyak 134,57 ribu. Sedangkan kebutuhan bawang putih tahun ini diperkirakan 243,65 ribu ton.

Daging kerbau atau sapi diputuskan untuk diimpor sebanyak 111,29 ribu ton dengan perkiraan produksi dalam negeri hanya 133,09 ribu ton sedangkan stok hanya mencapai 34,22 ribu. Total perkiraan kebutuhan daging adalah 280,14 ribu ton.

Sementara itu, gula pasir akan diimpor sebanyak 796 ribu ton karena produksi dalam negeri hanya mencapai 135,79 ribu ton dan stok akhir 2020 sebanyak 804,68 ribu ton. Sedangkan, perkiraan kebutuhannya mencapai 1,21 juta ton.