Daftar Orang Terkaya Berstatus Imigran di AS, Ada Kelahiran Indonesia

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Forbes mencatat 13 persen dari daftar 735 orang terkaya di Amerika Serikat merupakan seorang imigran. Miliarder imigran menyumbang 15 persen dari semua kekayaan miliarder di negara Paman Sam.

Dilansir dari Forbes, para imigran ini berasal dari 35 negara berbeda dan setiap benua kecuali Antartika. Sebagian besar miliarder imigran ini membangun kekayaan secara mandiri.

Secara keseluruhan, hampir setengah dari miliarder AS yang lahir di luar negeri memperoleh kekayaan mereka dari sektor teknologi. Industri keuangan dan investasi berada di urutan kedua, dengan 16 miliarder imigran.

CEO Tesla dan SpaceX, yakni Elon Musk adalah satu dari tiga miliarder yang berasal dari Afrika Selatan. Miliarder asal Afrika lainnya ialah pendiri dan CEO perusahaan perangkat lunak penjadwalan Calendly, yakni, Tope Awotona.

Miliarder imigran dalam daftar pendatang baru salah satunya Adam Foroughi. Miliarder kelahiran Iran tersebut adalah founder dari game mobile, AppLovin. Ada juga pengusaha ekuitas swasta kelahiran Yordania, yakni Ramzi Musallam.

Sementara, Israel menjadi penyumbang miliarder imigran terbanyak dalam daftar tahun ini, yaitu sebanyak 10 figur. Salah satunya adalah Tom dan Alec Gores. Selain itu ada CEO Oracle, Safra Catz dengan kekayaan USD 1,5 miliar

Ada juga miliarder imigran asal Turki yakni Eren Ozmen (dengan kekayaan USD 2,6 miliar), yang memiliki dan menjalankan perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan swasta Sierra Nevada Corporation bersama suaminya Fatih Ozmen.

Delapan miliarder Amerika lahir di Kanada, termasuk mogul real estate Mortimer Zuckerman, dan Robyn -Mark Jones yang merupakan pendiri Asuransi Goosehead di Texas.

Orang Terkaya Kelahiran Indonesia

kelahiran indonesia
kelahiran indonesia.jpg

Sementara itu, tujuh miliarder baru di AS merupakan imigran kelahiran China, di antaranya adalah pendiri perusahaan semikonduktor Marvell Technology Weili Dai, dan suaminya Sehat Sutardja (warga negara AS kelahiran Indonesia dengan kekayaan sekitar USD 1,3 miliar).

Adapun miliarder kelahiran China lainnya yakni Andrew Cherng, yang berbagi kekayaan USD 3,2 miliar dengan istrinya dan salah satu pendiri Panda Express, Peggy Cherng, yang merupakan seorang imigran dari Myanmar.

India menjadi tempat kelahiran tujuh miliarder AS, lima di antaranya menghasilkan kekayaan mereka dalam sektor teknologi, termasuk pemodal ventura Vinod Khosla dan Ram Shriram.

Ada juga pendiri perusahaan keamanan siber Zscaler, yakni Jay Chaudhry dan pendiri perusahaan AI Amelia, Chetan Dube.

Penyanyi ternama Rihanna, dengan bisnis kosmetik Fenty Beauty dan bisnis pakaian Savage X Fenty, menjadikannya miliarder pertama di kelahiran Barbados.

Menurut Forbes, Silicon Valley telah menjadi sangat bergantung pada pengusaha imigran sehingga penduduk setempat yang terkemuka mulai mencari istilah yang tidak terlalu politis untuk imigrasi.

"Ini benar-benar masalah framing. Kita tidak boleh menyebut pekerja berketerampilan tinggi datang ke sini sebagai imigrasi," kata pemodal ventura dan investor awal Uber, Jason Calacanis.

"Kita harus membalik itu ke akuisisi bakat. Kita harus melihatnya sebagai, 'Amerika sedang mencoba untuk mendapatkan lebih banyak bakat di sini sehingga kita dapat memenangkan industri yang penting," ujar dia.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani
Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel