Daftar Pemenang Golden Ball Piala Dunia 1982 hingga 1998: Kedigdayaan Paolo Rossi sampai Ronaldo

Bola.com, Jakarta - FIFA memperkenalkan Golden Ball atau gelar pemain terbaik mulai Piala Dunia 1982. Gelar tersebut diberikan kepada pemain yang dinilai paling moncer sepanjang turnamen.

Tercatat sejak 1982 hingga Piala Dunia 2018 , ada 10 pemenang Golden Ball. Meski demikian belum ada pemain yang berhasil meraih gelar ini lebih dari sekali. Trofi selalu jatuh kepada orang yang berbeda di setiap edisi.

Selain Golden Ball, ada juga Silver Ball dan Bronze Ball, untuk pemain terbaik kedua dan ketiga. Trofi ini akan FIFA berikan berdasarkan pemain dengan nilai rata-rata statistik yang tinggi di seluruh laga.

Lalu kira-kira siapa yang bakal memenangkan Golden Ball pada Piala Dunia 2022? Sebelum itu, mari kita kenang peraih Golden Ball pada Piala Dunia 1982 hingga 1998.

Berikut adalah peraih Golden Ball Piala Dunia 1982 hingga 1998 beserta alasan kenapa mereka berhak meraihnya. Langsung saja kita simak.

 

Paolo Rossi (Italia): Piala Dunia 1982

Michel Platini berjabat tangan dengan Paolo Rossi sebelum Piala Dunia 1978 di Argentina. (Photo by - / AFP)
Michel Platini berjabat tangan dengan Paolo Rossi sebelum Piala Dunia 1978 di Argentina. (Photo by - / AFP)

Paolo Rossi adalah satu-satunya pemain Eropa yang memenangi Piala Dunia, sepatu Emas, dan bola emas di turnamen yang sama. Dia melakukannya pada Piala Dunia 1982 saat  Italia berhasil meraih gelar Piala Dunia ketiganya.

Pada tahun yang sama, dia juga menyabet Ballon d'or. Rossi juga masih menjadi pencetak gol terbanyak bersama Italia di Piala Dunia, bersama Roberto Baggio, dengan sembilan gol.

 

Diego Maradona (Argentina): Piala Dunia 1986

Penyerang Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia saat usai mengalahkan Jerman Barat pada laga final Piala Dunia 1986 di Meksiko, (29/6/1986). (Photo by - / AFP)
Penyerang Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia saat usai mengalahkan Jerman Barat pada laga final Piala Dunia 1986 di Meksiko, (29/6/1986). (Photo by - / AFP)

Diego Maradona bisa dibilang pemenang bola emas Piala Dunia yang paling layak. Kecemerlangan individunya bersinar saat Argentina memenangi Piala Dunia 1986.

Maradona mencetak lima gol di turnamen tersebut dan juga menceploskan dua gol yang masih terkenang hingga kini saat melawan Inggris di perempat final. Maradona kemudian mengantongi dua gol lagi melawan Belgia di semifinal sebelum membantu melalui gol kemenangan La Albiceleste di final melawan Jerman Barat.

 

Salvatore Schillaci (Italia): Piala Dunia 1990

Aksi striker Timnas Italia, Salvatore Schillaci di Piala Dunia 1990. (DANIEL GARCIA / AFP)
Aksi striker Timnas Italia, Salvatore Schillaci di Piala Dunia 1990. (DANIEL GARCIA / AFP)

Salvatore Schillaci, yang dikenal sebagai Toto Schillaci, mengejutkan semua orang di Piala Dunia 1990. Dia menginspirasi Italia untuk finis ketiga di turnamen tersebut, mengantongi enam gol dan menyabet penghargaan sepatu emas serta bola emas.

Fakta dia mengalahkan Diego Maradona dan Lothar Matthaus untuk penghargaan itu menunjukkan betapa dirinya tampil mengesankan. Schillaci finis kedua dalam perlombaan Ballon d'or 1990, tepat di belakang Matthaus.

 

Romario (Brasil): Piala Dunia 1994

Bintang utama Timnas Brasil saat merengkuh Piala Dunia 1994 ini telah mencetak banyak gol dan memenangkan sejumlah final. Dalam sepanjang kariernya, Romario telah mencetak 19 gol di final. (AFP/Daniel Garcia)
Bintang utama Timnas Brasil saat merengkuh Piala Dunia 1994 ini telah mencetak banyak gol dan memenangkan sejumlah final. Dalam sepanjang kariernya, Romario telah mencetak 19 gol di final. (AFP/Daniel Garcia)

Romario dianggap sebagai salah satu striker terbaik sepanjang masa. Pada Piala Dunia 1994, penyerang Brasil itu berada di puncak permainan.

Dia mencetak gol di setiap pertandingan penyisihan grup untuk Brasil sebelum menambahkan dua lagi dalam tiga laga knockout. Hasil akhirnya, Romario membantu Brasil menjadi juara Piala Dunia 1994.

 

Ronaldo Nazario (Brasil): Piala Dunia 1998

Ronaldo Nazario De Lima. Eks striker Brasil yang kini berusia 45 tahun dan kini menjabat sebagai presiden klub Real Valladolid ini menjadi bintang dalam putaran final Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Dua golnya di laga final membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Jerman 2-0. Total ia mengemas 8 gol dan membawanya merebut Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen. (AFP/Roberto Schmidt)
Ronaldo Nazario De Lima. Eks striker Brasil yang kini berusia 45 tahun dan kini menjabat sebagai presiden klub Real Valladolid ini menjadi bintang dalam putaran final Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Dua golnya di laga final membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Jerman 2-0. Total ia mengemas 8 gol dan membawanya merebut Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen. (AFP/Roberto Schmidt)

Banyak yang berpendapat jika Ronaldo tampil prima pada final Piala Dunia 1998, Prancis tidak akan mengalahkan Brasil. Pemain berjuluk O Fenomeno tersebut bukan hanya pemimpin yang luar biasa di lapangan tetapi juga pemain kelas dunia meski baru berusia 21 tahun.

Dia sudah menjadi pemenang Ballon d'or dan penampilannya di Piala Dunia 1998 menjadikannya sebagai fenomena sepakbola modern. Empat tahun kemudian, Ronaldo menjadi ujung tombak serangan Brasil dan memimpin mereka menuju kemenangan di Piala Dunia untuk kali kelima.

Sumber: Sportkeeda