Daftar Pemimpin Pakistan yang Jadi Target Pembunuhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Upaya pembunuhan mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan yang dilakukan Faisal Butt kemarin bukanlah satu-satunya insiden percobaan pembunuhan yang pernah terjadi di Pakistan.

Berbagai insiden percobaan pembunuhan dan pembunuhan pada pemimpin-pemimpin kerap terjadi di Pakistan. Dikutip dari Reuters, Jumat (4/11) berikut daftar pemimpin yang pernah menjadi target percobaan pembunuhan maupun pembunuhan.

Pada 1951, empat tahun setelah lepasnya Pakistan dari India, PM Pakistan pertama, Liaquat Ali Khan ditembak pada saat berkampanye di Kota Rawalpindi. PM Liaquat pun meninggal pada 16 Oktober 1951 karena serangan itu.

Kemudian pada 4 April 1979, mantan PM dan Presiden Pakistan, Zulfiqar Ali Bhutto digantung mati karena dituduh melakukan persepakatan bersekongkol untuk membunuh Presiden Mohammad Zia ul-Haq.

Pada 17 Agustus 1988, Presiden Pakistan berlatar belakang militer bernama Mohammad Zia ul-Haq terbunuh ketika pesawat C-130 Hercules yang ditumpanginya jatuh. Hingga kini penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi ul-Haq belum diketahui.

Namun beberapa pihak yakin kalau gas untuk melumpuhkan awak kokpit disembunyikan pada kotak mangga yang diletakkan di pesawat sesaat sebelum lepas landas. Gas yang melumpuhkan awak kokpit akhirnya menyebabkan pesawat jatuh.

Pada Desember 2007, PM Pakistan kala itu, Benazir Bhutto dibunuh setelah berkampanye di Kota Rawalpindi, Pakistan. Bhutto sendiri terbunuh ketika terjadi serangan senjata dan bom yang diarahkan kepadanya.

Beberapa bulan sebelum pembunuhan itu, Bhutto berhasil selamat dari serangan bom mobil di Kota Karachi, Pakistan. Serangan bom mobil yang paling mematikan di Pakistan itu diketahui membunuh 139 orang.

Terakhir yaitu upaya pembunuh mantan PM Imran Khan kemarin oleh Faisal Butt. Khan diketahui sedang mengikuti demo menuntut pemilu cepat ketika Butt melepaskan tembakan ke arahnya.

Dalam insiden itu, seorang pendukung Khan tewas. Sembilan orang lainnya pun terluka karena peluru Butt. Khan sendiri berhasil selamat dari upaya pembunuhan Butt.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]