Daftar PR Menteri Baru Jokowi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru. Dalam reshuffle kabinet kali ini, dia melantik Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan baru dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) baru.

Perombakan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan dan komoditas yang terus naik. Selain itu, urusan pertanahan yang selama ini dianggap rumit juga dapat segera diselesaikan.

Jokowi mengatakan, pemilihan Zulkifli mengganti M Lutfi serta Hadi menggantikan Sofyan Djalil berdasarkan pengalaman yang panjang. Termasuk juga soal kompetensi menjadi pertimbangan. Ketua Umum PAN itu juga dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak yang bagus.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan, Hadi memiliki pengalaman teritorial yang bagus. Harapannya, mantan Panglima TNI itu bisa menyelesaikan permasalahan terkait lahan di masyarakat.

Merdeka.com mencoba merangkum sejumlah pekerjaan rumah yang telah menanti Zulkifli dan Hadi. Lalu apa-apa saja pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan?

Zulkifli Hasan

rev1
rev1.jpg

Direktur Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengatakan, sejumlah tugas menanti Zulkifli Hasan untuk diselesaikan. Pertama, menyelesaikan masalah rantai distribusi pangan khususnya minyak goreng.

"Kedua melakukan pembersihan di internal mendag khususnya pejabat yang menangani izin ekspor impor pangan," katanya kepada merdeka.com.

Tugas ketiga adalah melakukan sinkronisasi data dengan lembaga lain sehingga kebijakan lebih terintegrasi. Keempat, memperluas pasar ekspor ke negara alternatif melalui intelijen pasar dan koordinasi dengan atase perdagangan maupun kedutaan besar di negara potensial.

Bhima juga menilai, Zulkifli Hasan perlu melakukan evaluasi perjanjian perdagangan bebas yang merugikan daya saing Indonesia. "Kemudian keenam, mengatur porsi barang impor di e-commerce," tutupnya.

Hadi Tjahjanto

rev1
rev1.jpg

Hadi mengaku akan memprioritaskan tiga target pekerjaan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Seperti yang disampaikan presiden, tugas saya pertama selesaikan sertifikat tanah, yang sekarang realisasi 81 juta dengan target 126 juta," kata Hadi usai dilantik Jokowi di Istana Negara.

"Oleh sebab itu, target pertama segera saya realisasikan, akan dilihat di lapangan masalahnya apa. Akan kita selesaikan koordinasi dengan instansi terkait," sambungnya.

Target kedua, kata Hadi, yakni menyelesaikan sengketa tanah di lapangan.

"Kemudian juga ada overlapping antara pemilik dengan institusi atau antara pemilik dengan satuan lain dengan milik rakyat. Itu juga akan kita selesaikan," katanya.

Selanjutnya, Hadi menargetkan realisasi tanah untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. "Akan saya selesaikan. Insha Allah dengan sinergi akan kerjasama dengan instansi terkait," paparnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel