Daftar Singa Serie A yang Melegenda : Siapa Dia Pangeran Roma dan Juventus ?

Bola.com, Jakarta - Di pentas Serie A, pemain datang dan pergi. Ada yang berhasil, tak sedikit pula yang gagal. Seperti di kompetisi di belahan Eropa lainnya, Serie A juga menjadi panggung bagi para striker atau penyerang guna pamer ketajaman.

Menariknya, persaingan tak hanya melibatkan bomber lokal, tapi juga striker asing. Namun Italia masih berbangga, karena striker lokal masih menyandang bomber tersubur di pentas Liga Italia.

 

Sosok Pembeda

Dia adalah Silvio Piola. Pernah membela lima klub berbeda, termasuk Lazio dan Juventus, Piola total mengepak 274 gol. Legenda Italia itu meninggal dunia pada 4 Oktober di usia uzur, 83 tahun.

Selain Piola, siapa lagi? Dilansir interestingfootball, di bawah ini beberapa di antaranya, termasuk legiun asing.

 

Kurt Hamrin – 190 Gol

Kurt Roland adalah mantan pemain sepak bola profesional Swedia yang bermain sebagai pemain sayap. Dia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Italia.

Dia membela banyak klub, empat di antaranya adalah Juventus, Fiorentina, AC Milan, dan Napoli. Kedatangannya ke Italia tak sia-sia. Terbukti, selama berkarier di Negeri Pizza, dari 1956 hingga 1971, dia memborong 190 gol.

Dia menorehkan pencapain hebat kala berkostum Fiorentina dan Milan. Di dua klub itu dia memenangkan banyak trofi, baik kompetisi domestik maupun Eropa. Bersama Timnas Swedia, Hamrin menyentuh runner up Piala Dunia 1958.

 

Roberto Baggio – 205 Gol

3. Roberto Baggio (Italia), penyerang flamboyan ini meraih Ballon d'Or pada  tahun 1993. Dirinya mampu membawa Azzurri ke final Piala Dunia 1994, sayang di final kalah adu penalti dari Brasil. (AFP/Gerard Julien)
3. Roberto Baggio (Italia), penyerang flamboyan ini meraih Ballon d'Or pada tahun 1993. Dirinya mampu membawa Azzurri ke final Piala Dunia 1994, sayang di final kalah adu penalti dari Brasil. (AFP/Gerard Julien)

Namanya abadi, lintas generasi. Meski pernah memperkuat banyak tim macam Vicenza, Fiorentina, AC Milan, dan Bologna, Baggio kesohor sebagai legenda Juventus (1990–1995).

Selama di Turin, dia memenangkan satu Série A, satu Coppa Italia, dan satu Piala UEFA. Banjir trofi dan gol di klub, Baggio merasa sial di Timnas Italia. Dua kali ikut Piala Dunia, Baggio harus puas sebagai Runner up di edisi 1994 dan peringkat ketiga di edisi 1990.

 

José Altafini – 216 Gol

Datang negara yang jauh Brasil, Altafini sarat sensasi di Italia. Kelahiran 1938 itu bisa dibilang satu dari sedikit striker asing di masanya yang sukses mengoncangkan Serie A.

Bagaimana tidak, eks mesin pendobrak Palmeiras, yang kemudian memilih menjadi warga negara Italia itu, mampu melimpah gol hingga 216 lesakan. Fakta itu dia torehkan bersama klub berbeda seperti AC Milan, Napoli, pun Juventus.

Dia meraih kesuksesan besar di Milan antara tahun 1958 dan 1965. Saat itu, sang bomber memenangkan dua gelar Série A dan satu Piala Eropa. Dalam balutan jersey Timnas Italia, Altafini memenangkan Piala Dunia 1958.

 

Giuseppe Meazza – 216 Gol

Giuseppe Meazza bermain untuk dua klub sepak bola beken Italia, Inter Milan dan AC Milan. Hanya saja, dia lebih kesohor sebagai legenda il Nerazzurri. Tak hanya kedua klub itu, Meazza juga pernah membela Juventus serta Atalanta.

Bersama Inter, Meazza memainkan 384 pertandingan liga dan mencetak 240 gol. Secara total, ia memenangkan tiga gelar Serie A dan satu Coppa Italia. Dia juga pencetak gol terbanyak Serie A Italia pada tiga kesempatan.

Bersama Timnas Italia, Meazza memenangkan dua Piala Dunia yakni edisi 1934 dan 1938. Pada 2019, Meazza dinobatkan ke dalam Hall of Fame Inter Milan. Dia adalah satu di antara pesepak bola Italia yang terkenal sepanjang masa.

 

Gunnar Nordahl – 225 Gol

Legenda tim nasional Swedia, Gunnar Nordahl. (FIFA).
Legenda tim nasional Swedia, Gunnar Nordahl. (FIFA).

Nils Gunnar Nordahl berasal dari Swedia. Selama di negaranya, Nordahl merupakan predator lapar gol. Bersama FK Norrköping, Nordahl memenangkan kasta tertinggi sepak bola Swedia.

Selama empat musim dia tak tersaingi dalam hal koleksi gol. Bermodalkan itulah, dia terbang ke Italia. Di Serie A, dia memiliki semua syarat untuk menjadi striker.

Secara fisik dia kuat dan skilnya juga mumpuni. Tahun-tahun terbaiknya di Italia tersuguh kala membela AC Milan dari tahun 1949 hingga 1956. Ia memetik dua gelar Série A.

 

Francesco Totti – 250 Gol

Francesco Totti. Legenda AS Roma ini berusia 40 tahun, 8 bulan dan 1 hari saat melakoni laga terakhirnya melawan Genoa di Liga Italia, 28 Mei 2017. Selama total 25 musim telah bermain dalam 785 laga dengan mencetak 307 gol dan 184 assist. (AFP/Filippo Monteforte)
Francesco Totti. Legenda AS Roma ini berusia 40 tahun, 8 bulan dan 1 hari saat melakoni laga terakhirnya melawan Genoa di Liga Italia, 28 Mei 2017. Selama total 25 musim telah bermain dalam 785 laga dengan mencetak 307 gol dan 184 assist. (AFP/Filippo Monteforte)

Pangeran Roma ini punya banyak julukan yang membuktikan kalau dia bukan bomber kaleng-kaleng. Totti sering disebut sebagai Er Bimbo de Oro (Anak Emas), L'Ottavo Re di Roma (Raja Kedelapan Roma), Er Pupone (Bayi Besar), Il Capitano (Kapten), dan Il Gladiatore (Sang Gladiator) oleh media olahraga Italia.

Totti meraih satu gelar Serie A, dua gelar Coppa Italia, dan dua gelar Supercoppa Italiana. Dia adalah pencetak gol terbanyak Serie A Italia kedua dengan 250 gol.

AS Roma dan Juventus di Mana?