Daftar Tujuh Pelanggaran Temuan Komnas HAM Terkait Tragedi Kanjuruhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) menemukan terdapat tujuh pelanggaran HAM terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tragedi itu merenggut 135 nyawa dan puluhan lain luka-luka.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, temuan pelanggaran pertama yaitu penggunaan dan kekuatan berlebihan aparat. Anam menilai penggunaan gas air mata pada proses pengamanan pertandingan Arema FC melawan Persebaya merupakan bentuk kekuatan berlebihan.

"Pelanggaran selanjutnya adalah SD sebanyak 45 tembakan gas air mata adalah pemicu utama tewasnya ratusan suporter," ujar Anam dalam konferensi pers, Rabu (2/11).

Menurut Anam, pelanggaran ketiga adalah hak memperoleh keadilan. Perlu diketahui dikatakan Anam, proses penegakan hukum belum mencakup keseluruhan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam pelaksanaan pertandingan dan pelaksanaan kompetisi.

"Dalam hal ini seharusnya aparat penegak hukum memastikan seluruh pihak di lapangan maupun pihak yang bertanggung jawab membuat aturan yang kemudian dimintai pertanggungjawaban," papar Anam.

Pelanggaran keempat mengenai hak untuk hidup, di mana kematian 135 suporter merupakan bentuk pelanggaran HAM.

"(Pelanggaran HAM kelima) hak atas kesehatan. Banyak orang tiba-tiba terluka akibat gas air mata itu, yang matanya merah, kakinya patah, sesak napas, trauma, dan sebagainya," tutur Anam.

Pelanggaran keenam yakni mengenai anak. Perlu diketahui dalam catatan Komnas HAM per 11 Oktober 2022 terdapat 38 anak yang meninggal dunia korban dari tragedi Kanjuruhan.

"(Pelanggaran HAM ketujuh) pelanggaran terhadap business and human rights. Jadi entitas bisnis yang mengabaikan hak asasi manusia. Jadi dia lebih menonjolkan aspek-aspek bisnisnya dari pada aspek hak asasi manusia," tutupnya. [gil]