Daftar Vaksin COVID-19 Mandiri Didorong Lewat Digital

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah akan menggunakan teknologi digital untuk mengakomodir kebutuhan vaksinasi COVID-19 secara mandiri atau yang tanpa bantuan pemerintah. Tujuannya, untuk mempercepat proses vaksinasi di Tanah Air.

Untuk merealisasikannya, PT Bio Farma bersama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan skema vaksinasi mandiri secara digital tersebut.

Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma Soleh Ayubi mengatakan, saluran untuk vaksinasi mandiri tersebut akan memanfaatkan aplikasi atau apps maupun melalui situs atau website khusus.

"Jadi untuk daerah-daerah yang teknologinya sangat masif, kita berharap sebagian besar orang pakai app in dan web in. Kalau di daerah yang belum maju, kita pakai walk in," tuturnya, Selasa 24 November 2020.

Baca juga: Telkom Bertransformasi Jadi Perusahaan Digital Telekomunikasi

Melalui aplikasi atau website tersebut, nantinya masyarakat yang ingin vaksin mandiri akan melakukan pendaftaran hingga pra-pemesanan. Setelah itu, Bio Farma akan melakukan penyaringan data yang masuk.

"Jadi siapa yang akan lakukan vaksin mandiri dan melakukan initial screening, sebab vaksin yang kita punya hanya untuk 18-59 tahun, tentu yang umurnya 5 tahun tidak bisa," tegasnya.

Proses screening atau penyaringan melalui aplikasi itu dilakukan, selain untuk melihat kesesuaian orang yang akan divaksin, juga untuk mencegah adanya penimbunan vaksin oleh-oleh pihak tertentu.

"Jadi vaksin ini sangat terbatas, enggak bisa order 100 ribu vaksin tapi enggak ada demand yang real. Ini juga untuk hindari penimbunan. Pasien ini lakukan registrasi dan melakukan pembayaran, validasi ini untuk memastikan," ucap Soleh.

Setelah semua proses dilalui, Soleh melanjutkan, ada proses survei tempat lokasi penyuntikan. Kalau tempat penyuntikan telah sesuai maka akan diterbitkan sertifikat supaya menandakan orang tersebut telah divaksin.

"Ketika orang tersebut eligable untuk divaksin, akan muncul scan barcode. Nah scan ini dibawa orang itu ke tempat penyuntikan, lalu dilakukan scan, dan masuk ruang tunggu. Setelah itu akan disuntik. Begitu sudah disuntik, setelah itu botol vaksinnya di-scan juga," ucapnya. (ren)