Daging nabati jadi pilihan menu saat pandemi

·Bacaan 2 menit

Daging nabati (plant based meat) bisa menjadi pilihan menu sehat di kala pandemi terutama bagi mereka yang mengurangi asupan lemak.

"Ini jadi sebuah tren dalam memilih makanan yang higienis dan memerhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh," kata Budi Moeliana, Direktur PT Aneka Sarivita (ASV), perusahaan yang memproduksi daging dabati, dalam rilis yang di Mataram, Jumat.

Pihaknya sejak 2019 mengenalkan "plant based" di Indonesia dengan nama Protemil.

Baca juga: "Daging" berbahan nabati hadir di Indonesia, dimulai dari burger

Ia menjelaskan "plant based food" merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan-bahan nabati sebagai pengganti protein dari hewani.

Seiring dengan berjalannya waktu, pola makan "plant based" juga semakin bervariasi dengan munculnya tren gaya hidup sehat seperti diet flexitarian atau diet semi vegetarian. Makanan jenis ini juga mulai digemari oleh masyarakat khususnya anak muda.

Menu makanan plant-based bisa menjadi pilihan yang tepat karena makanan berbasis nabati ini sangat efektif untuk mengembalikan energi serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain karena alasan kesehatan tubuh dan imunitas agar tetap terjaga, kata dia, banyak juga anak muda yang menerapkan pola makan plant based untuk alasan memperbaiki lingkungan. Karena, untuk mencukupi kebutuhan daging bagi banyak orang dibutuhkan lahan, air bersih dan emisi karbon yang sangat banyak.

Baca juga: Produsen burger nabati AS akan jual sosis daging tiruan di Hong Kong

Bahkan, kata dia, laporan yang dirilis oleh Plant Based Food Association (PBFA) menyatakan permintaan konsumen atas produk plant-based terus meningkat.

Menurut PBFA penjualan produk makanan nabati mencapai lebih dari 3,3 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2018, meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka yang tinggi ini menunjukkan tren yang menjanjikan untuk produsen makanan nabati, kata Budi Moeliana.

Baca juga: Green Rebel luncurkan dua varian menu baru berbasis daging nabati

Baca juga: Akibat pandemi COVID-19, perusahaan China mulai produksi daging nabati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel