Dahlan: Diaspora Bisa Menjadi Kunci Sukses Seseorang

Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan mengapresiasi para Diaspora Indonesia yang mampu mengibarkan Merah Putih di luar negeri.

"Merantau (diaspora) merupakan salah satu kunci sukses seseorang. Dengan merantau seseorang bisa keluar dari kemiskinan. Saya juga bisa seperti sekarang ini karena pernah merantau," kata Dahlan, di sela penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia Kedua, di Jakarta Convention Center, Senin.

Menurut Dahlan, merantau atau lazim disebut Diaspora merupakan bagian dari kehidupan dirinya sehingga bisa keluar dari kemiskinan.

Diaspora adalah WNI yang bertempat tinggal di luar negeri, WNI yang telah menjadi warga negara asing, dan warga negara asing yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia atau memiliki keturunan keluarga Indonesia.

Meskipun merantau yang dimaksudkan Dahlan sebatas di dalam negeri namun migrasi ke daerah lain akan membuka cakrawala seseorang, tidak lagi terkungkung tapi lebih terbuka.

"Saya tidak akan keluar dari kemiskinan kalau saya tidak merantau," tegasnya.

Ia mengisahkan, ketika dirinya lulus SMA langsung memilih merantau ke Pulau Kalimantan.

"Ketika itulah saya mulai menemukan hal-hal baru, yang sama sekali tidak pernah saya temukan. Mulai dari kehidupan dalam pendidikan hingga bagaimana mengembangkan jiwa enterpreneur saya," katanya.

Menurut pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1945 ini, sebagai manusia seseorang tentu ingin mencapai sukses dalam hidupnya meskipun bertahap.

Ia mencontohkan, salah satu anaknya juga menjadi Diaspora, sekolah di Amerika Serikat mendalami manajemen bisnis.

Alasannya "mengirim" anaknya yang bernama Asrul Ananda agar bisa memperluas jaringan atau konektivitas untuk menimba ilmu yang sesuai dengan bakatnya.

Namun sang anak memilih kuliah manajemen, media marketing dan sekembalinya ke Tanah Air tahun 1999, Asrul direkrut menjadi wartawan Jawa Pos dengan jenjang karir normal mulai dari reporter, asisten redaktur, redaktur, penangungjawab halaman hingga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi.

"Begitulah kenyataannya, koneksi semakin luas. Tapi, kalau saya tidak sekolahkan ke luar negeri saya tidak akan menteri, karena saya akan sibuk mengurusi perusahaannya saja," ujarnya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.