Dahlan Dorong BUMN Migrasikan "Opex" ke"Capex"

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mendorong perusahaan negara memaksimalkan pemanfaatan biaya operasional (operational expenditure/opex) untuk kehandalan perseroan dan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex).

"Migrasi opex menjadi capex sangat dimungkinkan dari sisi kepentingan BUMN, juga untuk kepentingan negara," kata Dahlan pada diskusi Opex Menjadi Capex BUMN, di sela-sela Rapat Koordinasi Kementerian BUMN dan BUMN yang diselenggarakan di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin.

Dahlan bertindak sebagai moderator, sedangkan sejumlah panelis, antara lain Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Dirut PLN Nur Pamudji, Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Dirut PT PGN Hendi P. Santoso, Dirut PT Bukit Asam Sukrisno.

Menurut Dahlan, pentingnya memobilisasi opex menjadi capex sejalan dengan arahan Presiden Susilo Bambag Yudhoyono untuk terus memaksimalkan kinerja keuangan seluruh BUMN.

Ia menjelaskan, opex seluruh BUMN (142 perusahaan) pada tahun 2011 mencapai Rp1.050,95 triliun, namun di saat yang sama capex mencapai sekitar Rp211,56 triliun.

Pemerintah sendiri dalam APBN 2011 menetapkan opex sebesar Rp1.300 triliun, sedangkan capex hanya mencapai sekitar Rp50 triliun.

"Pemanfaatan opex BUMN sangat mendorong capex dengan cara melakukan sinergi. Ini akan berdampak multipilier untuk pembangunan nasional," tegas Dahlan.

Dahlan menjelaskan, migrasi opex menjadi capex ini dapat disesuaikan dengan kondisi korporasi dan sektor perusahaan masing-masing.

"Migrasi opex menjadi capex sesungguhnya tidak sulit, karena dapat diserahkan melalui mekanisme korporasi. Untuk itu perlu dibentuk unit khusus yang akan mengelolanya," tegas Dahlan.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, menyatakan penggunaan opex menjadi capex sangat tergantung kondisi perusahaan.

Opex diarahkan untuk memelihara kehandalan perusahaan, sedangkan capex lebih pada kepemilikan perusahaan.

Ia menuturkan opex di Pertamina digunakan untuk pengadaan dan distribusi BBM ke seluruh Indonesia, sehingga tidak memungkinkan dialihkan untuk capex.

"Setiap tahun Pertamina mengeluarkan opex sekitar Rp487 triliun di mana sekitar 86 persen di antaranya untuk pengadaan BBM," ujarnya.

Jika pemerintah mengarahkan Pertamina mengalihkan opex menjadi capex, maka dibutuhkan mekanisme persetujuan dari direksi dan komisaris.

"Sesungguhnya pengalihan opex menjadi capex sudah dilakukan pada anak usaha, seperti pada perusahaan kapal angkutan minyak, dan jasa pengeboran," kata Karen.

Sementara itu, Direktur Utama PGN, Hendi P Santoso, menuturkan pengalihan opex menjadi capex merupakan hal yang sangat dimungkinkan terutama terkait dengan efisiensi biaya.

Ia menuturkan pihaknya selalu menurunkan besaran opex setiap tahun sekitar 7-10 persen.

Namun dipastikan dalam efisiensi tersebut faktor kehandalan operasional dan termasuk pemeliharaan dan perawatan aset-aset tetap terjaga pada tingkat yang tinggi.

Sedangkan Dirut PT PLN, Nur Pamudji, menuturkan pihaknya masih menyiapkan langkah-langkah untuk mengalihkan opex menjadi capex.

"Saat ini saja kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp7 triliun per tahun untuk pengadaan suku cadang listrik, belum lagi untuk angkutan batubara," ujarnya.

Menurut Nur Pamudji, untuk mengalihkan sebagian opex menjadi capex harus disesuaikan dengan skala ekonomis perusahaan.

"Butuh prosedur yang baik sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap perseroan," ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...