Dahlan Iskan Anggap Jokowi Capres Potensial

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden potensial. "Semua calon presiden dan yang ingin menjadi presiden harus berpikir ulang karena ada fenomena baru. Jokowi akan menjadi calon Presiden dari Ibu Mega," kata Dahlan, usai menghadiri peluncuran buku berjudul, "Antara Pasar dan Politik BUMN di bawah Dahlan Iskan", di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Selasa 4 Juni 2013.

Daripada menghabiskan uang, ia menyarankan agar para calon presiden berpikir masak-masak. "Sekarang fenomenanya adalah menghabiskan uang untuk maju jadi capres. Jadi, kalau ada yang mau maju, lebih baik pikir-pikir ulang, dari pada buang duit," katanya.

Bagaimana dengan dia sendiri yang namanya juga kerap masuk bursa calon presiden? Dahlan hanya mengatakan, saat ini bekerja menjadi fokus hidupnya. "Kalau saya ditanya, ya saya maunya kerja, kerja, dan kerja saja," kata Dahlan.

Nama Jokowi sempat unggul dalam berbagai survei. Direktur Ekskutif Lembaga Survei Pol Tracking Institute, Hanta Yuda AR mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Jokowi masih menjadi calon terkuat dalam pemilihan presiden 2014 mendatang. "Dia punya momentum dan publik masih menaruh sentimen positif kepadanya," kata Hanta dalam diskusi calon presiden di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Selatan, Ahad, 14 April 2013.

ANANDA PUTRI

Topik Terhangat:

Tarif Baru KRL | Kisruh KJS | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Berita Terpopuler:

KPK: Hilmi Punya Banyak Informasi Soal Luthfi

Daftar Pemenang Indonesian Movie Award 2013

Ini 21 Pemain Timnas Lawan Belanda

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.