Dahlan Iskan: Jumlah BUMN pada 2012 Tinggal 126 Unit

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Kementerian BUMN akan mengurangi sebanyak 15 perusahaan milik negara hingga kuartal I/2012 sejalan dengan program  right sizing jumlah BUMN melalui program restrukturisasi. "Jumlah BUMN pada tahun depan akan berkurang sebanyak 15 perusahaan atau menjadi 126 BUMN dari saat ini sebanyak 141 BUMN. Restrukturisasinya dilakukan melalui pola akuisisi," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Menurut Dahlan, ke-15 perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang mengalami kerugian dan dinilai tidak memiliki prospek bisnis.

"Dalam tiga bulan ini atau hingga akhir tahun 2011 sebanyak 7 perusahaan dipastikan akan diakuisisi oleh BUMN lainnya, sedangkan 8 perusahaan lainnya akan dilaksanakan pada kuartal I/2012," tegas Dahlan.

Ketujuh BUMN yang pengambilalihannya selesai sebelum akhir tahun 2011 yakni Perum Produksi Film Negara (PFN) akan diambil alih PT Adhi Karya Tbk, PT Pradnya Paramita dan PT Balai Pustaka setelah dimerger akan diakuisisi PT Telkom Tbk, PT Energy Management Indonesia (EMI) diambil alih PT Surveyor Indonesia.

Selanjutnya PT Survey Udara Penas diambil alih PT Angkasa Pura I, PT Industri Sandang diambil alih PT Pembangunan Perumahan, dan PT Sarana Karya diambil alih PT Wijaya Karya Tbk.

Sedangkan delapan BUMN lainnya akan diumumkan setelah pengambilalihan 7 BUMN rugi yang pertama selesai dilakukan.

Dahlan menuturkan restrukturisasi 15 BUMN rugi tersebut merupakan cara yang lebih efisien dibandingkan BUMN harus membentuk anak usaha baru. "Kita mendukung BUMN yang ingin membentuk anak usaha dengan cara akuisisi BUMN yang ada. Dari pada membentuk anak usaha baru lebih baik mengambilalih BUMN yang ada, tinggal ganti nama dan jenis usahanya," ujarnya.

Ia mengakui agak janggal memang jika Adhi Karya mengakuisisi Perusahaan Film Negara, Telkom mengakuisisi Balai Pustak, namun itu semua dilakukan setelah melalui kajian mendalam.

Menurut Dahlan pengambilalihan BUMN rugi oleh BUMN lainnya bukan merupakan instruksi dari Kementerian BUMN namun merupakan inisiatif dari perusahaan yang bersangkutan.

"Kita tidak menyuruh atau melarang akuisisi. Kita serahkan kepada masing-masing BUMN, namun segala sesuatunya harus dilakukan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG)," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...