Dahlan Jamin BUMN Ikuti Aturan "Outsourcing"

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan siap mengikuti peraturan Kementerian Tenaga Kerja khususnya terkait dengan sistem pekerja alih daya (outsourcing) yang dilakukan perusahaan milik negara.

"Tentu kita selalu siap mengikuti peraturan yang ditetapkan Kemenakertrans, guna menghindari konflik antara BUMN dengan tenaga kerja, khususnya `outsourcing`," kata Dahlan, usia menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Berita ANTARA, Jakarta, Selasa.

Menurut Dahlan, sebagai perusahaan pada umumnya BUMN juga banyak menggunakan tenaga `outsourcing` antara lain karena keterbatasan jumlah sumber daya manusia.

Diketahui, Kemenakertrans mewajibkan perusahaan swasta dan perusahaan BUMN/BUMD mematuhi dan melaksanakan ketentuan `outsourcing` seperti tertuang dalam Permenakertrans No 19/2012.

"Kita akan ikut aturan tersebut. Untuk itu diserahkan kepada masing-masing manajemen untuk menyesuaikan dengan kondisi dan aturannya," ujar Dahlan.

Meski begitu diutarakan Dahlan, pegawai outsourcing yang digunakan BUMN bisa jadi tidak sama dengan tenaga outsourcing pabrik.

Ia menambahkan, karyawan alih daya pada BUMN umumnya bernasib lebih baik ketimbang buruh pabrik.

"Tentu perlakuan outsourcing BUMN sangat berbeda, karena fasilitas yang diberikan perusahaan lebih memadai," ujarnya.

Dahlan juga menjamin bahwa gaji tenaga kerja alih daya di BUMN lebih tinggi dibanding buruh pabrik.

Mantan Direktur Utama PT PLN ini juga mewanti-wanti agar jangan sampai ada BUMN yang memberi gaji di bawah Upah Minimum Propinsi (UMP).

Ia mencontohkan, karyawan alih daya di BRI yang jumlahnya puluhan ribu tenaga kerja memiliki gaji dan tingkat fasilitas yang lebih tinggi.

"Yang pasti, dengan mengikuti ketentuan Pemenakertrans 19/2012 maka dapat memberikan kepastian hukum bagi pekerja BUMN," tegas Dahlan.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...