Dahlan Janjikan Dirut Djakarta Lloyd Posisi Baru

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berjanji menempatkan Direktur Utama Djakarta Lloyd Syahril Japarin di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, bila perusahaan pelayaran pelat merah ini resmi dilikuidasi.

"Direktur Utama Djakarta Lloyd ini masih muda dan saya akan berikan tempat yang baik bagi dia," kata Dahlan pada acara BUMN Breakfast Meeting di kantor pusat Antam Persero, Jakarta, Rabu.

Dahlan menilai sosok Syahril adalah seorang direksi pejuang yang rela memperjuangkan perusahaannya agar `hidup` kembali. Terlebih, Syaril berkenan diangkat menjadi Direktur Utama Djakarta Lloyd di tengah carut marut perusahaan.

"Dia berjuang mati-matian untuk membangun Djakarta Lloyd dalam ketidakberdayaannya," tuturnya.

Ia mengakui Djakarta Lloyd seharusnya dapat diselamatkan, namun penyelamatannya cukup memakan waktu. Contohnya, pemerintah mampu membelikan kapal untuk Djakarta Lloyd, namun disita oleh pihak lain dan seterusnya.

"Makanya, sampai kapanpun kalau kita beli kapal dan terus disita, ya susah begini caranya," tambahnya.

Djakarta Lloyd memiliki utang melalui SLA Rp2,2 triliun, kreditur Rp1,2 triliun, utang PT Bank Mandiri Persero yang terdiri atas utang 4,2 juta dolar AS dan bunga 2,3 juta dolar AS. Perusahaan itu mengalami kesulitan likuiditas dan tidak mampu membayar kewajiban, termasuk gaji karyawan.

Perusahaan itu mengalami kerugian sejak 2006 dengan akumulasi kerugian sampai dengan 2010 diperkirakan sebesar Rp1,1 triliun.Sebelumnya, Komisi VI DPR-RI menyarankan Djakarta Lloyd untuk dilikuidasi sebab permasalahan yang ada di tubuh perusahaan BUMN itu sudah mendarah daging. Namun, sebagian kalangan DPR menyarankan untuk membentuk perusahaan pelayaran BUMN yang baru.

Dahlan menginginkan dirut-dirut BUMN yang memiliki performa baik dan terbiasa bekerja keras, akan diberikan tempat untuk memimpin BUMN lain.

"Contohnya, Dirut PTBA Sukrisno yang akan menjabat sebagai Dirut PT Timah Tbk menggantikan Wachid Usman," tutur Dahlan. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.