Dahlan: Lima Tahun Lagi Masih Impor Daging

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, hingga lima tahun ke depan, Indonesia masih akan mengimpor daging sapi karena produksi sapi lokal masih sulit memenuhi kebutuhan daging nasional.

"Impor sapi akan panjang, lima tahun lagi impor daging sapi masih akan terjadi, jadi ya impor sajalah," kata Dahlan dalam acara Silaturahmi Pers Nasional di Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, dalam hitungan kasar, Indonesia kelebihan daging sapi karena total produksi dan kebutuhannya sesuai. Kebutuhan daging sapi per orang mencapai sekitar 1,9 kilogram per tahun, sementara produksi daging mencapai 14 juta ekor. Namun pada kenyataannya, produksi sapi lokal belum mencukupi kebutuhan sehingga harus ada impor.

Dia menuturkan, data tersebut kemungkinan bisa salah atau benar. Akan tetapi, menurutnya, ada sejumlah pihak yang memanfaatkan kesempatan dalam impor daging sapi.

"Jadi kalau di Singapura, harga daging sekitar Rp45.000 per kg, sementara di Jakarta harganya RP90.000 per kg. Singapura kan impor juga, itu artinya importir (kita) labanya besar sekali, bisa dilihat dari selisih harga yang besar," katanya.

Oleh karena itu, Dahlan mengatakan bahwa izin impor harus diberikan kepada lembaga khusus seperti halnya impor beras yang dilakukan Bulog.

Bulog, yang bisa mengimpor beras, pada 2012 meraih untung hingga Rp800 miliar. Akan tetapi, Bulog merugi karena laba mereka dikembalikan lagi untuk membeli beras ke petani.

"Pemikiran ini yang saya kira bisa diadopsi untuk daging. Jadi yang diberi hak impor beras, harus tolong petani beras, yang diberi hak impor daging, harus tolong peternak daging, yang diberi hak impor gula, harus tolong petani tebu," katanya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.