Dahlan: Mobil Listrik Diluncurkan 10 Agustus 2012

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pemerintah akan memperkenalkan prototipe mobil listrik nasional pada 10 Agustus 2012 bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

"Sebelum 17 Agustus 2012 mobil listrik nasional sudah harus diluncurkan, dipamerkan sekaligus akan uji coba (test drive)," kata Dahlan usai meninjau PT Nipress Tbk, produsen baterai (accu) di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Dahlan, mobil listrik nasional akan diluncurkan dengan empat varian yaitu sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium Ferrari.

"Prototipe empat varian mobil listrik tersebut sudah selesai, tinggal meminta kesiapan Nipress agar mampu memproduksi baterai jenis "lithium ferro posphate," ujarnya.

Dahlan menjelaskan, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen.

Disain mesin mobil listrik sudah selesai yang digarap oleh tim, yang terdiri atas lima pemuda yang disebutnya sebagai "Pendawa Putra Petir". "Tiga minggu lagi, saya akan menaiki mobil listrik itu," katanya.

Ia menambahkan, dengan jaminan kesiapan pasokan baterai dalam jumlah besar, dipastikan produksi masal mobil listrik nasional akan dimulai pada April 2013.

"Dengan investasi berkisar Rp5 triliun, produksi awal mobil listrik nasional diharapkan mencapai 10.000 unit," ujarnya.

Dahlan merupakan sosok yang gencar untuk melahirkan industri mobil nasional.

Ia mempertemukan "Pendawa Putra Petir" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Yogyakarta pada 25 Mei 2012 saat membahas mobil nasional.

Menurut Dahlan, saat ini baterai mobil listrik didisain untuk jarak tempuh 150 kilometer sekali pengisian, namun seiring perkembangan teknologi bisa ditingkatkan menjadi 300 kilometer.

Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru.

"Bukan hanya pemerintah yang diuntungkan karena terkait dengan penghematan penggunaan BBM dalam APBN, tapi juga masyarakat yang dapat menghemat pengeluaran," ujarnya.

Mobil listrik menghabiskan biaya sebesar Rp1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp10.000 per 10 kilometer. (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.