Dahlan Pakai Kaos Bertulis "Buanglah Koruptor Pada Tempatnya"

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Jakarta, Jumat siang, kembali gencar menyampaikan pesan moral untuk menekan praktik korupsi yang semakin marak di Tanah Air dengan mengenakan kaos bertuliskan "Buanglah Koruptor Pada Tempatnya".

Jika pada setiap memberikan pidato di sejumlah acara Dahlan secara langsung menyampaikan agar korupsi dapat dihilangkan termasuk di tubuh BUMN yang dipimpinnya, namun kali ini ia menyampaikan pesannya melalui media kaos.

Bentuk perlawanan Dahlan terhadap para koruptor dilakukan pada kaos berwarna kuning yang dikenakannya saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Jasa Marga Tbk dan PT Pelindo II, di Gedung Kementerian BUMN.

Dahlan datang yang biasanya mengenakan kemeja putih, langsung mendapat sorotan sejumlah wartawan karena mengenakan kaos berwarna kuning yang bagian belakangnya bertuliskan "Buanglah Koruptor Pada Tempatnya".

Dengan nada mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tulisan tersebut dapat dimaknai bahwa koruptur adalah "sampah" yang harus dibuang jauh-jauh, lengkap dengan gambar seorang pria berbentuk kartun dimasukkan ke dalam kotak sampah.

Sedangkan pada bagian punggung kaos tersebut bertuliskan "Perangi Korupsi!!! Mari Bangun Gedung KPK!!!.

Alhasil sejak masuk dalam ruangan, kemudian saat memberikan keterangan pers hingga selesai acara, kaos yang dikenakan Dahlan terus menjadi sorotan kamera, dihujani kilatan foto.

Dahlan pun berkali-kali diminta untuk membalikkan badan agar gambar kedua sisi kaos yang dipakainya terlihat.

Tidak sanggup atas serbuan pertanyaan para jurnalis yang menunggu komentarnya, mantan Direktur Utama PT PLN ini akhirnya menjawab.

"Ini bagian dari upaya saya mendukung agar Indonesia lebih `bersih` dari korupsi. Saya baru menggunakannya hari ini. Akan saya pakai pada beberapa kesempatan saja," tegas Dahlan.

Ia mengaku kalimat yang terpampang di kaos oblong tersebut juga merupakan disain dari Tim BUMN yang juga merupakan bagian dari ide Dahlan sendiri.

"Saya pernah melihat pesan-pesan seperti ini ketika di luar negeri. Ide yang bagus kalau dibikin di Indonesia," ujarnya.

Terkait gambar tong sampah yang merupakan wadah kotor tempat pembuangan benda-benda yang tidak berguna, Dahlan mengatakan ini merupakan teknik menyampaikan pesan agar lebih mengena.

"Anda para jurnalis kan tentu sudah tahu, bahwa dalam penyampaian pemikiran bisa juga menggunakan unsur-unsur humor agar lebih segar. Penyampaian lewat tulisan juga merupakan unsur terpenting dari karya sastra," katanya.

Tidak cukup sampai di situ, ketika wartawan menanyakan mengapa kaos yang dikenakan berwarna kuning, Dahlan mengatakan itu tidak identik dengan warna parpol tertentu.

"Ini warnya beragam kok. Anda (jurnalis) kalau mau juga boleh, nanti kita siapkan," ujar Dahlan.

Kontan saja sejumlah wartawan langsung meminta kepastian untuk mendapat kaos tersebut secara cuma-cuma.

"Bukan soal jumlahnya, tapi ukurannya harus didata," ujarnya tertawa. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.