Dahlan Panggil Dirut Merpati Soal Perbedaan Keterangan

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana memanggil Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Persero Rudy Setyoputro menyusul kekecewaan Badan Kehormatan DPR RI.

BK DPR merasa kecewa dengan adanya perbedaan nama oknum anggota DPR yang diduga melakukan pemerasan terhadap BUMN yang dilaporkan oleh Dahlan Iskan dengan laporan dari BUMN aviasi tersebut.

"Karena ada informasi seperti ini, saya akan coba konfirmasi ke dia (Rudy Setyoputro)," tutur Dahlan ketika ditemui di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Menurut Dahlan, pemanggilan tersebut untuk mengonfirmasi pengakuan dirut Merpati yang disampaikan kepada BK DPR RI. Sesudah memenuhi undangan BK DPR kala itu, dirut Merpati kemudian mengirimkan pesan singkat kepada dirinya terkait nama anggota dewan yang melakukan pemerasan terhadap perusahaan BUMN.

"Karena SMS yang dikirimkan kepada saya mengatakan bahwa dia tetap pada pendapatnya yang lama. Nah, yang mengatakan itu kan orang lain, nanti saya akan ketemu beliau, apa betul demikian," paparnya.

Pada 20 November 2012, Rudy Setyoputro memenuhi undangan BK DPR RI untuk menjelaskan nama anggota dewan yang melakukan pemerasan terhadap perusahaan yang dipimpinnya.

Hal ini dilakukan menyusul keterangan Dahlan yang menyatakan anggota dewan melakukan tindakan pemerasan terhadap perusahaan BUMN penerima Penyertaan Modal Negara 2012, salah satunya Merpati.

Kala itu, Rudy Setyopurnomo melaporkan bahwa nama Timo Pangerang dan Moh Ichlash el Qudsi tidak termasuk anggota DPR yang minta bagian dana PMN.

Pada 21 November 2012, Dahlan memenuhi panggilan kedua BK DPR RI setelah undangan pertama pada 5 November lalu. Dahlan melakukan revisi atas masuknya nama anggota Komisi XI Andi Timo Pangerang dan Muhammad Ichlas El Qudsy. Namun, terdapat nama anggota dewan yang lain.

Sementara itu, Ketua BK DPR M. Prakosa mengungkapkan, Dirut Merpati kembali salah melaporkan nama anggota dewan. Nama Muhammad Hatta dari Fraksi PAN yang dilaporkan Dahlan akhirnya direvisi oleh Rudy.

"Kami undang anggota Komisi XI dan kami mendapatkan hasil yang mengejutkan tentang laporan dirut Merpati yang ditegaskan Pak Dahlan satu orang yang disebut pengganti yaitu Pak Muhammad Hatta ternyata juga keliru," kata Prakosa.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.