Dahlan: Saya Tidak Akan Tegur PLN

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak akan melayangkan teguran kepada PT PLN Persero terkait dengan padamnya aliran listrik di Terminal 1 dan 2 Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/9).

Dahlan menilai kasus padamnya listrik di kedua terminal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) itu di luar kendali PLN.

"Mau bagaimana, itu kan karena kebakaran. Jadi, saya tidak menegur PLN karena penyebabnya ini di luar kemampuan PLN," kata Dahlan saat ditemui di kantor pusat BTN, Jakarta, Selasa.

Ia menceritakan, listrik di Bandara Soetta padam disebabkan daerah yang berada tepat di sekitar Gardu Duri Kosambi, Tangerang, Banten mengalami kebakaran sehingga percikan apinya membuat gardu listrik itu turut terbakar.

"Yang harus ditegur itu penegak hukum di pemda setempat karena membolehkan pembangunan bangunan-bangunan di bawah instalasi vital seperti itu," katanya.

Dahlan juga tidak akan menegur pengelola Bandara Soetta, PT Angkasa Pura II Persero.

Hal ini karena transmisi yang disediakan oleh AP II berfungsi dengan baik.

"Peristiwa ini beda dengan yang dulu. Dulu, waktu mati listrik dan penyebabnya itu kita tidak bisa terima. Karena `backup`-nya tidak berfungsi," ungkapnya.

Dahlan memberikan apresiasi kepada manajemen AP II karena genset yang dimilikinya berfungsi baik sehingga tidak membuat kepanikan yang terjadi di terminal tersebut.

"Cuma saya paham, masyarakat terpengaruh karena lampu mati. Intinya, ke depan harus pakai `solar cell`," katanya.

"Solar cell" (sel tenaga surya) juga dapat dipasang di atap-atap bandara.

Begitu juga dengan ruangan yang tersebar di seluruh terminal di Bandara Soetta agar bila sewaktu-waktu listrik padam, maka penerangan dari tenaga surya dapat dimanfaatkan, katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...