Dahlan Setuju Gas Elpiji 12 Kg Naik, DPR 'Teriak'  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • 6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Studentpreneur
    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Memulai usaha dari sebuah ide bisnis sederhana sangat cocok untuk dilakukan oleh kita yang belum pernah memulai bisnis sebelumnya. Tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk mendapatkan pengalaman bisnis yang berharga. Bahkan hanya dengan mempunyai smartphone, Anda bisa memulai bisnis Anda sekarang juga. Beberapa di antaranya bahkan tanpa modal. Apa sajakah? …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan setuju jika Pertamina menaikkan harga gas elpiji seberat 12 kilogram. Alasannya, menurut Dahlan, pengguna gas elpiji jenis itu tidak tergolong masyarakat miskin. "Negara rugi kalau begini terus," ujar Dahlan di kantornya, kemarin.

Persetujuan Dahlan untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram ini dipertanyakan anggota Komisi Energi DPR, Ismayatun. "Apa Pak Dahlan tidak berpikir, secara korporasi neraca keuangan memang bagus, tapi itu multiplier efek-nya besar," kata Ismayatun, Selasa, 29 Jauari 2013.

Ismayatun menambahkan, DPR memang tidak berwenang mencegah Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram. Namun, dia melanjutkan, masyarakat sudah cukup terbebani dengan kenaikan tarif dasar listrik. "Kenaikan tarif listrik saja sudah memicu kenaikan harga barang lainnya," ujarnya.

Dia mengingatkan pengguna gas elpiji 12 kilogram kebanyakan bisa jadi berasal dari kalangan pengusaha menengah. "Jadi kalau listrik naik, gas juga naik, ya babak belur," ucapnya.

Ismayatun menambahkan, kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram juga bisa memicu kelangkaan suplai gas elpiji 3 kilogram. Pasalnya, pengoplosan gas ke tabung epiji 12 kilogram akan semakin marak karena harganya jauh lebih mahal.

Kendati Pertamina merugi sampai Rp 4,6 triliun pada tahun 2012 dari penjualan gas elpiji 12 kilogram, Ismayatun menilai keuntungan Pertamina dari bisnis-bisnis lainnya masih terbilang besar. "Bisa disubsidi silang. Dari eksplorasi, pipanisasi, pemasaran pelumas, itu bisnis tidak akan mati," ucapnya. Ia mengingatkan, sejauh ini, deviden Pertamina terbesar di antara BUMN lainnya.

MARTHA THERTINA

Berita terpopuler lainnya:

Ini Racikan Narkoba Jenis Baru Raffi Cs

Ada Apa Raffi-Wanda? Ini Kata Yuni Shara

Status BBM Wanda Hamidah Sebelum Diciduk BNN

Kasus Narkoba Raffi, Wanda Jadi Gosip Teman Kampus

Tersandung Narkoba, Wanda Membela Diri di Facebook

Roy Suryo Geram Ada Kasus Pelecehan Petenis

Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...