Dahlan: Tidak Ada Perintah BUMN Bongkar Pemerasan

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tidak akan melarang ataupun memerintahkan direksi dan pejabat perusahaan milik negara untuk melaporkan pemerasan maupun permintaan upeti dari oknum DPR terhadap sejumlah BUMN.

"Silakan saja melaporkannya. Saya tidak pernah sekalipun melarang, atau menyuruh mereka (direksi dan pejabat BUMN) untuk membongkar kongkalikong di BUMN," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, dirinya juga sama sekali tidak memberi komentar apapun terhadap direksi yang sudah mulai mengungkap dan akan membongkar berbagai peristiwa permintaan upeti dan sejenisnya di BUMN.

Sejumlah direksi BUMN memberikan apresiasi kepada Dahlan Iskan yang berani memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR-RI untuk mengungkap nama-nama oknum DPR yang diduga melakukan pemerasan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Danang S. Baskoro menyatakan, secara moral siap mendukung langkah Dahlan Iskan yang berani mengungkapkan oknum yang menerima upeti dari BUMN. Selain itu, dukungan juga disampaikan Dirut Djakarta Lloyd Sjahril Japarin.

Sementara itu, Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo seperti diberitakan di sejumlah media massa mengaku siap untuk memberi keterangan terkait upaya pemerasan yang dilakukan oknum DPR kepada perusahaan penerbangan plat merah itu.

Rudy yang baru menjabat Dirut Merpati sejak 14 Mei 2012 mengaku pernah mengetahui ada pemerasan terhadap Merpati, namun dirinya akan membeberkan jika disuruh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Badan Kehormatan DPR.

Senada dengan itu, mantan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga juga mengaku pernah diminta upeti sekitar Rp2 miliar oleh oknum Komisi IX DPR, pada 18 Februari 2012.

Dahlan menegaskan, dirinya tidak mengomentari apa yang akan dilakukan oleh direksi dan sejumlah pejabat BUMN dalam mengungkap peristiwa pemerasan.

"Yang penting saat ini saya lakukan bagaimana BUMN juga harus dibersihkan. Jadi saya tidak dianggap menjadi orang yang hanya mengurus rumah tangga orang lain (DPR), tetapi yang pasti saya harus beres-beres BUMN juga," katanya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.