Dahnil Ungkap Alasan Prabowo Bersikap Hati-Hati ke China Soal Natuna

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyayangkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan China terjadi usai dirinya pulang ke negeri 'Tirai Bambu' itu, yakni Desember 2019 lalu. Di mana konflik terjadi saat China memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia.

"Kan sebenarnya peristiwa ini sudah sejak lama dan dugaan kita akan terus terjadi. Nah, makanya yang ingin didorong Pak Prabowo adalah selain De Jure itu milik kita, De Facto juga harus kita manifestasikan," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Oleh karena itu, Prabowo berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan meminta agar izin bagi nelayan dipermudah agar dapat berlayar di perairan Natuna.

"Kenapa, karena aktivitas ekonomi yang tinggi di daerah itu akan membuat deklarasi bahwa secara De Facto itu juga milik kita. Itu adalah hak berdaulat kita," tegasnya.

Menurut Dahnil, alasan Prabowo tak garang dalam selesaikan permasalahan ini dikarena berpikir hubungan ke depannya. Sebab, masih ada cara penyelesaian demi menjaga kedaulatan negara.

"Nah ini kan caranya kalau hak berdaulat kan cara diplomasi dan sebagainya. Kalau pendekatannya militer justru merusak diplomasi dan yang dipersalahkan Indonesia. Sebab itu, Pak Prabowo hati-hati sekali karena ini terkait diplomasi kita jangka panjang," pungkasnya.

Reporter: Ronald Chaniago

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: