Dahsyatnya Gol Tercepat di Piala Dunia: Magis 11 Detik Hakan Sukur

Bola.com, Jakarta - Banyak sejarah tercipta pada Piala Dunia 2002. Edisi ini merupakan Piala Dunia pertama yang berlangsung di benua Asia tepatnya di Jepang dan Korea Selatan.

Dua tim kuda hitam yakni Turki dan tuan rumah Korea Selatan mampu tampil jauh hingga ke babak semifinal. Korea Selatan mengukir rekor sebagai negara Asia pertama yang mampu menembus hingga semifinal.

Turki dan Korea Selatan sama-sama menjalani debut Piala Dunia pada 1954 yang berlangsung di Swiss. Korea Selatan lebih unggul karena mampu ke babak 16 besar sedangkan Turki tereliminasi di babak penyisihan grup.

Korea Selatan juga bermain lagi di Piala Dunia 1986 hingga 1998 tetapi gagal melaju dari babak penyisihan grup. Sementara Turki, harus lama absen dan baru bermain lagi di Piala Dunia 2002.

Selain mampu menembus semifinal hingga akhirnya meraih posisi ketiga, Turki juga mencatat rekor gol tercepat Piala Dunia dari seorang pemain bernama Hakan Sukur. Mari kita mengenang proses terciptanya gol tercepat Piala Dunia dari mantan pemain Inter Milan ini.

 

Cuma Butuh 11 Detik

10. Hakan Sukur (Kiri)- Legenda turki tersebut menggunakan keterkenalannya untuk ikut di dunia politik. Usaha berbuahkan hasil pada tahun 2011, ia terpilih sebagai anggota parlemen dari partai pemenang saat itu. (AFP/Valery Hache)
10. Hakan Sukur (Kiri)- Legenda turki tersebut menggunakan keterkenalannya untuk ikut di dunia politik. Usaha berbuahkan hasil pada tahun 2011, ia terpilih sebagai anggota parlemen dari partai pemenang saat itu. (AFP/Valery Hache)

Dua tim kuda hitam Turki dan Korea Selatan harus bertemu di perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2002. Di semifinal, Turki takluk dari Brasil, sedangkan Jerman mengubur cerita dongeng Korea Selatan.

Dalam laga perebutan tempat ketiga ini, hanya butuh waktu 11 detik dari wasit Sa'ad Mane meniupkan peluit pertandingan dimulai, untuk melihat gol. Proses terjadinya gol berawal dari blunder sang kapten Korea Selatan Hong Myung-bo yang ingin memberikan umpan ke penjaga gawang Lee Woon-jae.

Hakan Sukur berhasil merebut bola dari kaki Hong dan kemudian melepaskan tembakan yang gagal dibendung Lee. Sukur memecahkan gol tercepat Piala Dunia yang sebelumnya dipegang pemain Cekoslowakia, Vaclav Masek saat menjebol gawang Meksiko di detik ke-15 pada Piala Dunia 1962.

 

Turki Rebut Posisi Ketiga

Trofi Piala Dunia ditampilkan dalam kongres FIFA di Moskow, Rusia, Rabu (13/6). Sebagian pengamat memprediksi Maroko akan gagal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Trofi Piala Dunia ditampilkan dalam kongres FIFA di Moskow, Rusia, Rabu (13/6). Sebagian pengamat memprediksi Maroko akan gagal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Setelah gol cepat Hakan Sukur, pertandingan berlangsung menarik. Korea sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Lee Eul-yong menit ke-9 yang tidak bisa dihalau kiper Turki, Rustu Recber.

Hanya berselang empat menit, Turki berhasil unggul lagi setelah Ilham Mansiz mencetak gol. Striker Besiktas ini memperlebar keunggulan di menit ke-32 dan membuat 65.000 suporter Korea di Daegu Stadium terdiam.

Korea Selatan mencetak gol keduanya yang dari Song Chong-gug di masa injury time. Turki menduduki posisi ketiga dan Korea Selatan keempat.

 

Pulang dengan Bangga

Setelah laga perebutan tempat ketiga ini, pelatih Turki Sunol Gunes dan pelatih Korea Selatan Guus Hiddink sama-sama puas. Mereka mengaku pencapaian di Piala Dunia 2002 merupakan prestasi yang luar biasa bagi tim mereka.

"Saya ingin mendapatkan tempat ketiga - mati-matian," kata pelatih Belanda Korea Selatan Guus Hiddink. "Tetapi, saya bisa sangat bangga secara umum dengan orang-orang ini," sambungnya.

"Kami bermimpi memenangkan Piala tetapi kami tidak bisa melakukannya. Kami datang dengan bangga dan kami kembali dengan bangga," ujar pelatih Sunol Gunes.

Sumber: FIFA

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel