Dai BAZNAS Ajari Mualaf Mentawai Cara Menjalani Puasa Berkualitas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dai Mualaf Center BAZNAS menggelar pengajian jelang berbuka puasa untuk mualaf di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, pada Senin (19/4) bertepatan dengan 7 Ramadhan 1442 H. Pada kesempatan kali ini, Dai Mualaf Center BAZNAS Ustaz Ramdani Saadillah menyampaikan beberapa tips dan cara agar ibadah puasa menjadi berkualitas.

“Karena Nabi Muhammad pernah menyampaikan dalam haditsnya bahwa banyak orang yang berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan apa pun dari puasanya melainkan hanya lapar dan dahaga saja. Oleh karena itu, perlu menjadikan puasa kita berkualitas agar ibadah puasa yang dilaksanakan bernilai tinggi di sisi Allah subhanahu wata'ala," ujar Ustaz Ramdani.

Dai menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan agar puasa berkualitas. Pertama, puasa harus dilakukan secara ikhlas, disertai dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT agar berbuah ampunan dan ridho-Nya. Sebagaimana, Sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah, niscaya Allah ampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, harus berusaha menjauhi hal-hal yang bisa merusak pahala puasa, antara lain menahan pandangan dari hal-hal yang tak boleh dilihat, menahan lisan dari berkata dusta, berkata kotor, mencela, marah, menghina dan ghibah dan sebagainya. Serta menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat.

Ketiga, menghiasi Ramadhan dengan memperbanyak amalan-amalan sunah, seperti tilawah Al-Qur’an, berzikir kepada Allah, shalat sunnah, tafakur, mengkaji ilmu-ilmu agama, memperbanyak infak, dan lain sebagainya.

Dengan beberapa langkah tersebut, Insya Allah puasa yang dilakukan akan menjadi puasa yang berkualitas, yang tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga saja.

Selepas, dai menyampaikan materi, ada beberapa pertanyaan salah satunya dari Ibu Desi.

"Ustaz, tadi ustaz sampaikan kalau marah-marah dan berkata kasar itu bisa merusak pahala puasa. Lalu bagaimana agar kita bisa tidak marah kalau ada yang memancing emosi kita?" tanya Desi.

“Sudah menjadi keniscayaan jika kita disinggung dan disakiti akan muncul perasaan dongkol dan jengkel di hati. Maka solusi jika ada yang melakukan hal demikian pada kita adalah dengan berusaha menahan diri dari marah semata-mata karena Allah, agar termasuk ke dalam golongan orang bertakwa yang salah satu sifatnya adalah al-kaazhiminal ghaizha (mampu menahan amarahnya).

Selain itu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam haditsnya memberikan cara yang harus dilakukan saat ada yang mencela dan mengajak bertengkar, yakni dengan mengucapkan 'Aku sedang berpuasa',” jawab Ustadz Ramdhani.

Mudah-mudahan pengajian jelang berbuka ini bisa menambah semangat para mualaf dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.