Daihatsu Gak Mau Mimpi Jadi Nomor 1 di Indonesia

Yunisa Herawati

VIVA – Kalau kamu perhatikan, di jalanan Indonesia banyak banget mobil Toyota berseliweran. Apakah itu berarti merek tersebut menjadi yang terlaris? Jawabannya iya.

Namun, tahukah kamu mobil merek apa yang juga banyak dibeli orang Indonesia dan menduduki urutan kedua paling laku? Jika kamu menjawab Daihatsu, maka kamu benar.

Merek mobil asal Jepang itu tetap bisa bertahan di urutan dua selama bertahun-tahun. Bahkan, mereka tetap ada di posisi itu meski wabah COVID-19 sedang melanda Tanah Air.

Kalau melihat dari data yang diberikan oleh Daihatsu, pada Mei kemarin penjualan mobil turun drastis. Selama 5 bulan pertama di tahun ini, total jualan semua merek mobil hanya 260,7 ribu unit. Angka itu lebih rendah 40 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni 434,5 ribu unit.

Baca juga: Serah Terima Mobil Baru di Diler Berakhir Tragis

Data di atas menunjukkan angka pengiriman dari diler ke konsumen, atau kalangan otomotif biasa menyebutnya dengan istilah retail sales. Angka lain yang juga sering disebut adalah whole sales, atau pengiriman dari pabrik ke diler.

Data retail sales Daihatsu memperlihatkan, bahwa meski mereka juga mengalami penurunan penjualan seperti merek lainnya, tapi pangsa pasar justru naik. Angka ini menunjukkan, seberapa banyak penjualan satu merek jika dibandingkan dengan merek lainnya.

Booth Daihatsu di GIIAS 2019.

Pada Januari-Mei 2019, pangsa pasar Daihatsu tercatat 18 persen, dengan angka retail sales 78,2 ribu unit. Selama periode tahun ini, mereka hanya bisa jualan 48 ribu unit. Tapi, pangsa pasarnya naik menjadi 18,4 persen.

Sementara itu, Toyota masih memimpin dengan angka retail sales 82,1 ribu unit pada periode yang sama tahun ini. Tahun lalu, angkanya 135,1 ribu unit. Pangsa pasar Toyota juga naik, dari 31,1 persen tahun lalu menjadi 31,5 persen di 2020.

Dengan perbedaan yang begitu jauh, Daihatsu mengaku tidak bermimpi untuk bisa jadi nomor satu di Indonesia. Soal siapa yang paling banyak jualan, tidak jadi masalah, karena keduanya berada dalam satu grup Astra.

“Tidak mungkin dapat posisi nomor 1, mengingat (pangsa pasar) Toyota 30 persenan, Daihatsu cuma 18 persenan. Gap-nya kejauhan, tidak bisa dikejar,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 20 Juni 2020.

“Masing-masing punya konsumen, jadi kami percaya kalau sendiri-sendiri tidak akan maksimal, kalau berdua jadi maksimal. Daihatsu dan Toyota bukan musuh, kami harus maksimalkan semua performa, agar bisa melayani konsumen dengan baik,” kata dia menambahkan.