Daihatsu Indonesia Mengukir Sejarah Baru

·Bacaan 2 menit

VIVADaihatsu Indonesia mengukir sejarah baru, di mana perusahaan asal Jepang itu baru saja memproduksi mobil yang ke-7 juta unit. Rekor baru tersebut dicapai, setelah mereka berkiprah selama 43 tahun di Tanah Air.

PT Astra Daihatsu Motor pertama kali memproduksi mobil secara utuh pada 1978, dan mencapai produksi satu juta unit dalam waktu 27 tahun, yakni pada 2005.

Kemudian, produksi ke-2 juta unit berhasil dicapai dalam waktu lebih singkat, yakni lima tahun. Jumlah konsumen mereka semakin banyak, membuat produksi ke-3 juta unit berhasil diraih hanya dalam waktu tiga tahun.

Produksi ke-4 juta dan lima juta unit, dicapai pada 2015 dan 2017, hanya membutuhkan waktu dua tahun. Menyusul unit ke-6 juta, yang hadir pada 2019 dalam waktu kurang dari dua tahun. Lalu, pada tahun ini di masa pandemi ADM berhasil mencapai angka perakitan yang ke-7 juta unit.

Prestasi itu bisa diraih, melalui fasilitas perakitan kendaraan terintegrasi yang modern di Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat dengan total kapasitas produksi hingga 530 ribu unit per tahun. Selama lima tahun terakhir, pabrik tersebut berkontribusi terhadap 40 persen whole sales pasar mobil domestik di Indonesia.

“Pencapaian produksi ke-7 juta unit merupakan momentum penting bagi ADM, terlebih di tengah kondisi pandemi hingga saat ini,” ujar Executive Officer ADM, Kurniawan Rahardono saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Jumat 20 Agustus 2021.

Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan, pihaknya juga mengalami dampak dari adanya pandemi yang melanda sejak tahun lalu.

Meski demikian, adanya penghapusan pajak barang mewah atau PPnBM dari pemerintah membuat mereka tetap bisa berada di posisi dua penjualan otomotif nasional selama periode diskon pajak tersebut.

Rata-rata penjualan ritel Daihatsu sebelum penerapan diskon pajak (Januari – Februari 2021) yakni sembilan ribu unit per bulan, namun kemudian naik 33 persen menjadi sekitar 12 ribu per bulan setelah relaksasi itu diberlakukan.

“Semoga tren positif ini, dengan dukungan pemerintah dapat terus berlangsung dan mencapai hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutur Hendrayadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel