Dakar 2021 Terapkan Protokol Anti-Covid-19 Secara Ketat

Sergio Lillo
·Bacaan 2 menit

Edisi ke-43 ajang reli cross-country legendaris tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3-15 Januari di Jedah, Arab Saudi.

Sepanjang kompetisi, para peserta akan menyelesaikan total 12 etape ditambah dua prolog, Sabtu (2/1/2021), untuk menentukan urutan start.

Berdasar pengalaman ASO menggelar ajang balap sepeda Tour de France dan Vuelta a Espana, mereka berhasil menetapkan protokol anti-Covid-19.

Terhitung sejak 27 Desember lalu, saat peserta pertama tiba di Jedah, ASO sudah menerapkan langkah pencegahan, yang terdiri dari tiga prinsip dasar.

Protokol yang telah dapat persetujuan otoritas kesehatan Arab Saudi meliputi: tes PCR rutin, penerapan bubble dan pembatasan sosialisasi.

ASO pun telah merinci secara detail seperti apa tindakan kongkret regulasi anti-Covid-19 yang akan diberlakukan dalam Dakar 2021.

Pereli Tim MINI X-Raid, Carlos Sainz, berambisi mempertahankan titelnya dalam Reli Dakar 2021 yang akan digelar di tengah pandemi Covid-19.

Pereli Tim MINI X-Raid, Carlos Sainz, berambisi mempertahankan titelnya dalam Reli Dakar 2021 yang akan digelar di tengah pandemi Covid-19.<span class="copyright">Press Image</span>
Pereli Tim MINI X-Raid, Carlos Sainz, berambisi mempertahankan titelnya dalam Reli Dakar 2021 yang akan digelar di tengah pandemi Covid-19.Press Image

Press Image

Area umum seperti toilet hingga ruang makan akan dibersihkan secara teratur dan juga disesuaikan agar penerapan jarak sosial tetap terjaga.

Selain pereli dan anggota tim, yang telah dibatasi, ASO tidak mengizinkan siapa pun memasuki bubble. Mereka akan berkegiatan di sana hingga Dakar berakhir.

Penerapan sub-bubble juga akan diberlakukan selama Dakar 2021. Masing-masing tim tak diizinkan berinteraksi dengan anggota tim lainnya.

Jika ditemukan kasus positif Covid-19 saat Dakar berlangsung, ASO akan menugaskan laboratorium kelilingnya untuk melakukan tindakan yang diperlukan.

Pereli maupun anggota tim yang mengalami gejala, jika terbukti positif, maka wajib mengungkapkan kontak-kontak yang mereka lakukan agar bisa dilacak.

Setelah itu, mereka otomatis akan keluar dari bubble untuk menjalani isolasi di tempat aman (safe house) yang telah disiapkan penyelenggara.

Mereka harus mematuhi kebijakan karantina 14 hari yang telah ditetapkan otoritas kesehatan Arab Saudi sebelum diizinkan kembali ke negara asalnya.