AS dakwa lima orang bersekongkol langgar sanksi minyak terhadap Iran

WASHINGTON (Reuters) - Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya mendakwa lima orang di Texas dan New York karena bersekongkol melanggar undang-undang perdagangan internasional dengan mengatur pembelian minyak Iran yang sudah terkena sanksi dan menjualnya ke sebuah kilang di China.

Para terdakwa termasuk Daniel Ray Lane, presiden STACK Royalties, LLC, sebuah perusahaan di Texas yang menjual hak mineral minyak dan gas bumi untuk kelompok dana investasi dan ekuitas swasta.

Departemen Kehakiman mendakwa para terdakwa dengan dakwaan bersekongkol, dan satu lagi dakwaan telah melanggar Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, berdasarkan dugaan bahwa dari Juli 2019 hingga Februari 2020 mereka bersekongkol mengatur pembelian minyak dari Iran untuk dijual kepada perusahaan penyulingan China yang tidak disebutkan namanya. Dakwaan juga meliputi tuduhan melanggar sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Kelima tersangka, selain Lane, adalah Nicholas Haven dari New York dan Robert Thwaites, Nicholas Fuchs dan Zhenyu Wang yang juga dikenal sebagai Bill Wang, dari Texas.

Lane melakukan persekongkolan lebih jauh dengan mencuci uang melalui STACK Royalties, kata Departemen Kehakiman.

China adalah satu-satunya importir besar minyak Iran di dunia kendati sanksi Presiden Donald Trump diterapkan kembali secara sepihak atas ekspor minyak Teheran pada 2018 setelah AS mundur dari perjanjian nuklir Iran 2015 yang disepakati Teheran bersama enam negara besar.

"Dengan tujuan memperkaya diri sendiri secara ilegal, para terdakwa bersekongkol selama lebih dari delapan bulan untuk merancang skema yang melanggar sanksi AS yang dikenakan terhadap Iran, khususnya larangan penjualan minyak asing," kata Asisten Jaksa Agung bidang Keamanan Nasional John Demers.

Para terdakwa setuju menggunakan sebuah perusahaan cangkang di Polandia sebagai penjual minyak ilegal dan merencanakan dua pengiriman minyak per bulan, sesuai dengan dakwaan terhadap mereka.

Departemen Kehakiman mengatakan Fuchs dan Thwaites setuju mengajukan paspor asing untuk membuat akun di luar negeri yang tidak dilaporkan kepada pihak berwenang AS.

Jika dinyatakan bersalah, masing-masing terdakwa menghadapi hukuman maksimum 25 tahun penjara dan denda hingga 1,25 juta dolar, kata departemen itu. Belum jelas benar apakah kelimanya menyewa pengacara untuk membela mereka.


(Laporan Timothy Gardner dan Daphne Psaledakis; Disunting oleh Leslie Adler dan Tom Brown)