Dalai Lama: sepuluh fakta tentang pemimpin spiritual Tibet

Oleh Alasdair Pal

NEW DELHI (Reuters) - Warga Tibet menandai peringatan ke-80 penobatan pemimpin spiritual mereka, Dalai Lama, pada Sabtu.

Menjelang perayaan itu, berikut sepuluh fakta tentang sang pemimpin spiritual Tibet:

1. Lahir pada 1935 sebagai Lhamo Thondup, Dalai Lama saat ini diproklamasikan sebagai reinkarnasi dari pendahulunya dalam usia dua tahun, ketika dia disebut telah mengidentifikasi beberapa kelebihan.

2. Setelah perjalanan tiga bulan dari kampung halamannya, ia dinobatkan pada 22 Februari 1940, dalam sebuah upacara di Lhasa, ibukota wilayah otonomi Tibet yang sekarang menjadi bagian dari China.

3. China menginvasi Tibet pada 1950. Remaja Dalai Lama mengambil peran politik tidak lama setelah itu, dengan melakukan perjalanan ke Beijing guna bertemu dengan Mao Zedong dan para pemimpin China lainnya.

4. Setelah pemberontakan Tibet yang gagal melawan pemerintahan China, Dalai Lama melarikan diri ke India pada awal 1959. Ia mengasingkan diri di kota bukit utara Dharamshala, di mana ia masih tinggal.

5. Sejak pelariannya dari Tibet, China menuduh pemimpin Tibet ini separatis yang berbahaya, dan mengatakan segala upaya untuk menemui dia adalah "pelanggaran besar". Pada 2012, Beijing membatalkan rencana kunjungan Perdana Menteri Inggris saat itu David Cameron setelah menerima Dalai Lama di London.

6. Dalai Lama bangun pukul 3 pagi dan bermeditasi selama beberapa jam, berdasarkan contoh buku hariannya di situs resminya. Setelah sarapan bubur dan tsampa, tepung jelai tradisional, dia menghabiskan pagi hari membaca teks-teks Buddha, sebelum mengadakan audiensi pada sore hari. Dia istirahat pukul 7 malam.

7. Minatnya meliputi kosmologi, neurobiologi, fisika kuantum dan psikologi, katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara tahun lalu.

8. Dia sudah diberi puluhan doktor kehormatan dan penghargaan untuk kepemimpinannya dalam komunitas Tibet, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian pada 1989.

9. Dalai Lama Keempatbelas ini mengatakan keputusan apakah akan mempertahankan peran setelah kematiannya akan dibuat oleh rakyat Tibet, bukan pemerintah China, yang mengklaim hak untuk memilih penggantinya. "Jika mayoritas (warga Tibet) benar-benar ingin mempertahankan lembaga ini, maka lembaga ini akan tetap ada," kata dia kepada Reuters.

10. Terlepas dari penghormatan kepada dia dari warga Tibet -dan ketidakpercayaan dari China- Dalai Lama mengatakan dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk kegiatan spiritual, bukan urusan politik. "Saya selalu menganggap diri saya biksu Buddha yang sederhana," kata dia dalam situs resminya. "Saya merasa itulah saya yang sesungguhnya."

(Disusun oleh Alasdair Pal; Disunting oleh Sanjeev Miglani dan Giles Elgood)