Dalam 3 Hari Gunung Marapi Erupsi 72 Kali, Masyarakat Diminta Waspada

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga hari terakhir sejak Sabtu hingga Senin ini, Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) terus erupsi. Bahkan jika dihitung, erupsi terjadi sebanyak 72 kali.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, Teguh Purnomo, mengatakan erupsi pertama terjadi pada Sabtu (7/1/2023) sebanyak 15 kali erupsi, Minggu, (8/1/2023) sebanyak 27 kali dan Senin, (9/1/2023) sebanyak 30 kali.

"Jika ditotal hingga hari ini pukul 18.00 Waktu Indonesia Barat sudah terjadi 72 kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.11 WIB pada Sabtu, (7/1/2023) kemarin," tuturnya dihubungi merdeka.com, Senin, (9/1).

Tinggi kolom letusan rata-rata setinggi 150-300 meter di atas puncak dengan warna asap putih hingga kelabu.

Hingga kini, status Gunung Marapi level II atau Waspada. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendaki atau mendekati gunung pada radius 3 km dari kawah atau puncak.

"Untuk abu letusan hingga saat ini belum ada berdampak ke pemukiman warga. Erupsi masih terjadi di puncak," jelasnya.

Jalur Pendakian Ditutup

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung aktif di Sumatera Barat yang terletak diwilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dengan ketinggian 2.891 mdpl.

Diberitakan sebelumnya, balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang mengelola Taman Wisata Alam (TWA) Marapi menutup jalur pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Terhitung mulai hari ini, Sabtu, (7/1), BBKSDA Sumbar tutup jalur pendakian hingga batas yang belum ditentukan," tutur kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono. [lia]