Dalam Setahun Denda Prokes di Jakarta Terkumpul Rp7,2 Miliar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sudah ada miliaran rupiah yang berhasil dikumpulkan dari sanksi denda pelanggar protokol kesehatan. Denda Prokes itu terkumpul sejak pertengahan 2020 hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat ini.

"Totalnya sejak awal sudah Rp7,2 miliar sejak April 2020," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021.

Untuk denda selama PPKM Darurat nominalnya masih harus dilakukan pengecakan terlebih dahulu. Tapi, yang pasti selama PPKM Darurat ini sudah banyak perkantoran, tempat makan dan lain yang ditindak tegas.

"Kita terima yang langgar atau data sementara sudah 10.416 yang kena sanksi masker, restoran 429, kantor 115, tempat usaha lain 387. Ini laporan dari Satpol PP selama PPKM Darurat 3-9 juli," katanya.

Untuk itu, Ariza sapaan akrabnya Ahmad Riza Patria meminta kepada masyarakat melaporkan bagi perkantoran atau tempat apapun yang dianggap terjadi kerumunan warga saat PPKM Darurat ini. Nantinya, petugas dari Pemrov DKI akan menindak tegas dan memberikan sanksi.

"Jadi sekali lagi bagi seluruh warga Jakarta segera laporkan melalui aplikasi JAKI apabila melihat dan menemukan ada tempat usaha tidak melaksanakan protokol kesehatan kami akan datangi," katanya.

Hal ini dilakukan demi mencegah lonjakan kasus COVID-19 yang terus mengalami peningkatan setiap harinya di Ibu Kota. Bahkan, orang yang meninggal akibat COVID-19 terus bertambah. Begitu juga orang yang sembuh dari corona terus mengalami peningkatan juga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel