Dalam Tiga Bulan, Serapan Produk UMKM di Pertamina Capai Rp3,5 Miliar

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Pertamina berkomitmen untuk terus menyerap produk-produk dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dari para UMKM yang menjadi mitra binaannya.

Bahkan, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman memastikan, serapan produk UMKM di Pertamina sudah mencapai Rp3,5 miliar dalam tiga bulan terakhir.

"Tiga bulan terakhir Pertamina sudah menyerap Rp3,5 miliar (produk UMKM)," kata Fajriyah dalam telekonferensi, Selasa 10 November 2020.

Fajriyah menjelaskan, serapan hingga Rp3,5 miliar produk UMKM itu adalah demi memenuhi kebutuhan operasional Pertamina, dengan lebih dari 1.000 jenis produk yang telah terserap.

Karenanya, melalui Program Kemitraan yang dimiliki, Pertamina akan terus memacu jumlah UMKM mitra binaannya agar bisa semakin naik kelas.

Pertamina akan memulainya dengan mendorong para pelaku UMKM untuk bisa mempromosikan produknya secara lebih luas, agar bisa ikut berkontribusi dalam menggerakkan kembali roda perekonomian yang terdampak pandemi COVID-19.

Diharapkan, produk-produk UMKM produksi para mitra binaan Pertamina itu nantinya juga akan memiliki peningkatan jangkauan pasar, yang lebih luas dari sebelumnya.

Untuk itulah, Pertamina merasa perlu meningkatkan pengetahuan para mitra binaannya terhadap teknologi digital, demi keperluan memasarkan produknya secara online. Hal itu seiring dengan upaya-upaya lainnya seperti memperkuat aspek standardisasi produk, pelatihan pengelolaan branding, serta penggunaan teknologi tepat guna.

Dengan demikian, nantinya para UMKM binaan Pertamina itu bisa naik kelas, dan semakin sukses secara bisnis serta mampu membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan.

"Jadi sebagaimana tujuan pembangunan yang berkelanjutan, diharapkan naik kelasnya para UMKM ini akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya dalam hal lapangan pekerjaan demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya. (art)