Dalih Tak Terbukti, Penyelundup 92 Kg Sabu Divonis Bebas PN Tanjungkarang

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang memvonis bebas Muhamad Sulton, penyelundup narkoba jenis sabu seberat 92 kilogram pada Selasa, 21 Juni 2022. Dia merupakan narapidana yang menjalani masa tahanan di Lapas Surabaya.

Vonis tersebut tertera di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang, dikutip Liputan6.com pada Kamis (23/6). Adapun poin putusan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa Muhamad Sulton bin H Royan tersebut di atas tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama dan dakwaan alternatif kedua Penuntut Umum;

2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari dakwaan alternatif pertama dan dakwaan alternatif kedua Penuntut Umum;

3. Memulihkan nama baik dan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya;

4. Menetapkan Barang bukti berupa: 3 (tiga) unit handphone yang terdiri dari 1 (satu) buah Handphone merek OPPO warna Hitam, 1 (satu) buah handphone samsung warna biru dan 1 (satu) buah handphone samsung warna hitam; dikembalikan kepada Terdakwa;

5. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Berdasarkan informasi, Sulton diketahui berperan sebagai pengendali, yakni memerintahkan dua anak buahnya atas nama Rafiz Hafiz dan Nanang yang berada di luar Lapas untuk mengurus penyelundupan 92 kilogram sabu pada Februari 2021 lalu. Paket sabu beserta ekstasi itu kemudian diambil di Medan, Sumatera Utara, yang rencananya diserahkan secara estafet ke tim penyelundup lainnya.

Nanang disebut menerima Rp600 juta dari praktik tersebut. Sebelum upaya peredaran barang haram itu terungkap, Sulton sendiri telah berhasil menyelundupkan sabu seberat 140 kilogram.

Ironisnya, Rafiz Hafiz dan Nanang diganjar dengan hukuman mati. Sementara Sulton divonis bebas oleh PN Tanjungkarang. Bertugas sebagai Hakim Ketua Jhony Butar Butar, Hakim Anggota Safruddin dan Yulia Susanda.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel