Damac Group Dubai tertarik investasi pusat data di KPBPB Batam

·Bacaan 2 menit

Damac Group dari Dubai menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi pusat data di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Kami percaya Indonesia, mampu menjadi hub regional industri pusat data dunia. Dengan dukungan Kabel Komunikasi Selam (Subsea Cable) serta kapasitas listrik dan infrastruktur yang memadai semakin memastikan keandalan Batam dalam industri jaringan komunikasi," kata Vice President Damac Group Memethan Sisik dalam kunjungannya ke KPBPB Batam, Kamis.

Damac Group merupakan perusahaan pengembang properti global dan terkemuka di Dubai Persatuan Emirates Arab (PEA) yang lebih dikenal dengan Damac Properties. Dalam perjalanannya, grup tersebut memiliki portofolio beragam di berbagai sektor selain real estat, termasuk industri Data Center.

Baca juga: Indonesia buka peluang investasi teknologi pita lebar

Ia menyatakan optimistis dengan perkembangan industri pusat data. Menurut dia, selama pandemi Covid-19 jumlah pengguna dan perusahaan yang menggunakan layanan cloud pada "data centre" mengalami peningkatan signifikan.

"Sehingga untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi, para pelaku usaha industri data center harus bergerak lebih cepat dan tapat sasaran. Kami berharap, Damac Group dapat menjadi pionir pelaku usaha data center yang terbaik di Batam," kata Memethan Sisik.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, kunjungan Damac Group merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Kepala BP Batam Muhammad Rudi beserta rombongan ke Dubai pada November 2021.

Baca juga: Kemenkeu: RI tegaskan komitmen pembangunan berkelanjutan di Dubai Expo

"Kami telah berkomunikasi sebelumnya dengan Duta Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, salah satunya mengenai investasi sektor industri Data Center. Dengan terpilihnya Batam sebagai lokasi pertama pembangunan Data Center, BP Batam akan berupaya memfasilitasi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan berusaha Damac Group," kata Ariastuty.

Data Center yang akan dibangun nantinya akan memiliki kapasitas 30 megawatt dengan luas wilayah 2 sampai 3,5 hektare.

Damac Group diproyeksikan berinvestasi hingga 1 miliar dolar AS dan membutuhkan waktu 15 bulan hingga proses operasi dimulai.

"Investasi ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, Damac Group direncanakan akan berinvetasi sebesar USD 300 juta. Investasi ini terbilang cukup besar di Batam. Tentunya BP Batam akan berupaya untuk memfasilitasi kegiatan usaha tersebut," kata dia.

Ariastuty menambahkan, bila permintaan pasar mengalami eskalasi di kemudian hari, maka kapasitas Data Center akan ditingkatkan menjadi 80 megawatt, dengan proyeksi nilai investasi akhir mencapai 1 miliar dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel