Dampak Aksi Mogok Pelaku Pariwisata, Pengunjung Pulau Komodo Diantar Kendaraan Dinas

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi mogok layanan sejak 1 hingga 31 Agustus. Mereka protes kebijakan pemerintah menaikkan harga tarif masuk Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp3,7 juta.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menegaskan, akibat aksi mogok tersebut tidak ada wisatawan yang terlantar. Seluruh wisatawan dijemput menggunakan kendaraan dinas maupun bus pemerintah di Bandara Internasional Komodo.

"Kita berusaha menjadi tuan rumah yang baik. Yang membuat orang betah untuk berkali-kali datang ke Labuan Bajo, untuk menikmati pesona di Labuan Bajo," kata Edistasius Endi, Selasa (2/8).

Selain mobil dinas, kapal milik sejumlah instansi pemerintah juga telah disiapkan untuk mengantar wisatawan mengunjungi sejumlah destinasi, sesuai jadwal.

Edistasius Endi berharap, pelaku pariwisata kembali beraktivitas seperti biasa sedangkan bagi mereka yang melakukan aksi mogok, dihormati sebagai hak asasi manusia namun harus menaati aturan yang ada.

Terkait tuntutan masa aksi, Edistasius Endi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari jalan keluarnya.

"Mari kembali beraktivitas, mari kita bersama menjamu dan melayani para wisatawan yang datang di Labuan Bajo," pintanya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel