Dampak Kenaikan Harga BBM Hanya Sementara

TEMPO.CO, Jakarta -  Beberapa kalangan mendukung opsi kenaikan harga bahan bakar minyak sebagai upaya pengendalian konsumsi BBM dan penghematan anggaran. Opsi kenaikan dinilai lebih aman, tapi harus diimbangi dengan kebijakan pendukung. "Kalau pemerintah berani, samakan saja, naikkan semua," kata pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance, Aviliani, ketika dihubungi kemarin.

Dia menilai Premium bersubsidi hanya memberi celah bagi penyimpangan. Jika tetap ingin mempertahankan BBM bersubsidi, pemerintah bisa mencontoh Iran. "Jatah dengan smart card. Pemegang kartu hanya mendapat jatah BBM bersubsidi beberapa liter," kata Aviliani.

Jika inflasi naik 1 persen atau lebih karena kenaikan harga BBM, Aviliani meyakini dampaknya hanya sementara. "Kalaupun inflasi lebih tinggi lagi, masyarakat bisa cepat beradaptasi," ujarnya. Nantinya dana subsidi BBM bisa digeser untuk program pengentasan masyarakat miskin dan pembangunan infrastruktur.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia Lisman Sumardjani setuju apabila harga Premium dinaikkan secara bertahap dan diimbangi dengan berbagai kebijakan. Dia mencontohkan perlunya penertiban pungutan liar. "Premium dinaikkan, tapi pungli, macet, jalan rusak tetap saja," ucapnya.

Adapun Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat Andriansyah menandaskan opsi penghematan BBM harus diikuti perbaikan sistem dan pelayanan angkutan umum. "Tanpa hal tersebut, opsi apa pun akan berdampak terhadap pertumbuhan kendaraan pribadi," katanya.

Badan Pusat Statistik sedang melakukan simulasi menghitung dampak ekonomi dari kebijakan BBM ini. Menurut pelaksana tugas Kepala BPS, Suryamin, kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap inflasi, tapi tidak signifikan. Keyakinan itu merujuk pada laju inflasi tahun lalu yang terjaga relatif rendah, 3,79 persen. Dari Kementerian Keuangan, prediksinya baru potensi inflasi jika kebijakan pembatasan yang dipilih, yakni akan berandil inflasi 0,8 persen.

MARTHA THERTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...