Dampak Mutasi Baru Virus Corona di Inggris, Dilaporkan Lebih Cepat Menular

·Bacaan 3 menit
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Jakarta Otoritas kesehatan di Inggris baru-baru ini melaporkan mutasi genetik baru yang membuat virus Corona COVID-19 jadi lebih mudah menular.

Badan kesehatan publik negara itu telah mengidentifikasi melalui penelitian genom.

Kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty menyebut mutasi Corona yang baru-baru ini ditemukan dipastikan lebih menular. Namun, belum ada bukti bisa memengaruhi efektivitas vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan.

"Meski begitu, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan strain baru yang ditemukan lebih mematikan atau memengaruhi vaksin," terang Prof Whitty, dikutip dari BBC.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut strain terbaru dari COVID-19 ini 70 persen lebih cepat menyebar dan menjadi dalang penularan di area London dan selatan Inggris. Namun demikian, PM Boris Johnson berkata virus ini belum tentu lebih mematikan.

Inggris dicekal beberapa negara Eropa

Setidaknya 10 negara Eropa kompak melarang pendatang dari Inggris karena khawatir penyebaran mutasi COVID-19.

Mulai tanggal 20 Desember hingga 1 Januari 2021 Belanda melarang seluruh penerbangan penumpang dari Inggris.

Menurut laporan France24, ada sembilan negara yang mengambil langkah itu, yakni Belanda, Prancis, Belgia, Jerman, Italia, Ceko, Bulgaria, Swiss, bahkan Irlandia.

The Local Austria turut melaporkan jika Austria bakal melarang semua penerbangan dari Inggris.

Inggris terapkan pembatasan tingkat tertinggi

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pemerintah akan meningkatkan pembatasan dari level 3 - yang tertinggi, ke tingkat tertinggi yang baru, level 4, di London dan beberapa daerah di Inggris bagian tenggara.

Pelonggaran pembatasan aturan COVID-19 untuk Natal pun telah dibatalkan untuk seluruh Inggris, Skotlandia dan Wales.

Adapun wilayah yang tergolong pada peringatan tingkat tiga harus mematuhi beberapa ketentuan, yakni dilarang bersosialisasi di dalam ruangan. Restoran dan pub boleh buka namun hanya melayani layanan untuk dibawa pulang, sementara toko tetap boleh buka.

Aturan 4 tahap atau yang disebut dengan "Tier 4" akan diterapkan di berbagai area termasuk London, Kent, Essex, dan Bedfordshire.

Mereka yang berada di tingkat empat tidak dapat bertemu di dalam ruangan dengan siapa pun yang bukan dari rumah mereka.

WHO memantau ketat

Pada hari Minggu (20/12/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan komentar soal temuan mutasi baru virus Corona ini. WHO menyebut akan terus berkoordinasi dengan otoritas di Inggris dan mengabarkan bila ada hasil analisis yang baru.

"Kami akan memberi tahu semua negara anggota dan masyarakat umum bila ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari tentang karakterisik varian virus ini dan apakah ada implikasinya," tulis WHO melalui akun media sosialnya.

"Untuk sementara, kami terus menyarankan agar orang-orang melakukan semua tindakan pencegahan penularan COVID-19 dan patuh terhadap pedoman otoritas setempat," lanjut WHO.

Sudah menyebar ke negara lain

Varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris kini menyebar ke negara lain. Seorang pasien Corona asal Italia ditemukan tertular Corona dari varian ini.

Pasien Corona tersebut baru saja kembali dari Inggris beberapa hari terakhir. Ia mendarat di bandara Fiumicino Roma dan kini tengah menjalani isolasi.

Ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan mutasi virus Corona ini juga telah terdeteksi di Belanda dan Denmark.

"varian ini telah diidentifikasi juga di Denmark, di Belanda dan di Australia ada satu kasus di Australia dan tidak menyebar lebih jauh di sana," katanya.