Dampak Pandemi, Pekerja di Sektor Pertanian Bertambah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyadari di tengah kondisi pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang beralih pekerjaan. Utamanya di sektor-sektor tertentu, seperti misalya pertanian.

Dia mengatakan, dari jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang, mayoritas mereka bekerja di sektor pertanian. Tercatat, pada Agustus sektor pertanian tumbuh 29,76 persen.

Kemudian kedua diikuti perdagangan sebesar 19,23 persen, industri pengolahan 13,61 persen, akomodasi dan makanan minuman 6,65 persen serta konstruksi 6,28 persen.

"Dari struktur tidak berubah, 3 sektor serap banyak angkatan kerja, pertanian 29,76 persen, kemudian perdagangan dan pengolahan," katanya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2020).

Dia menambahkan, sektor pertanian juga tercatat mampu menyerap tenaga kerja pada Agustus 2020, yakni mencapai 2,23 persen. Kemudian diikuti perdagangan 0,46 persen, jasa kesehatan 0,02 persen serta informasi dan komunikasi 0,01 persen.

"Ada pergeseran jumlah penduduk bekerja di pertanian meningkat 2,23 persen demikian perdagangan terutama perdagangan eceran meningkat," ungkap dia.

Adapun lapangan kerja yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerjanya yaitu industri pengolahan mencapai minus 1,3 persen, konstruksi minus 0,46 persen dan jasa pendidikan minus 0,29 persen.

Selain itu juga ada, administrasi pemerintahan minus 0,28 persen, jasa perusahaan minus 0,11 persen, jasa keuangan dan asuransi minus 0,17 persen, pertambangan dan penggalian minus 0,06 persen serta pengadaan air dan real estat 0,01 persen.

"Bisa dilihat bahwa hampir seluruh sektor terjadi pengurangan jumlah penduduk yang bekerja terutama untuk industri pengolahan terjadi pengurangan besar," tuturnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Indonesia Resesi, Pengangguran Bertambah 2,67 Juta Orang

Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sektor ketenagakerjaan masih terdampak akibat pandemi Covid-19. Hingga Agustus 2020, jumlah pengangguran di seluruh Tanah Air bertambah sebanyak 2,67 juta orang menjadi total 9,77 juta orang.

Namun demikian, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyampaikan, terdapat tiga sektor yang tetap menyerap jumlah tenaga kerja paling banyak. Ketiga sektor itu yakni pertanian (29,76 persen), perdagangan (19,23 persen), dan industri pengolahan (13,61 persen).

"Ada tiga sektor yang menyerap banyak tenaga kerja, yaitu pertanian, perdagangan dan industri pengolahan," kata Suhariyanto dalam sesi teleconference, Kamis (5/11/2020).

Menurut dia, pandemi Covid-19 turut menimbulkan pergeseran di sisi permintaan (demand) pada ketiga sektor tersebut. Pertanian mengalami pergeseran demand sebesar 2,23 persen, sementara perdagangan sebesar 0,46 persen.

"Kemudian untuk perdagangan eceran 0,48 persen. Untuk jasa lainnya tipis, demikian jasa kesehatan dan informasi komunikasi," ungkap Suhariyanto.

Sebagai catatan, per Agustus 2020 terdapat penduduk usia kerja sebanyak 203,97 juta orang. Jumlah angkatan kerja mengalami pertambahan sebanyak 2,36 juta orang, sehingga total penduduk bekerja sebanyak 128,45 juta orang.

"Pengangguran masih didominasi di perkotaan atau sebesar 8,98 persen dibanding pedesaan 4,71 persen," tukas Suhariyanto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: