Dampak PJJ, Ibu Kantin Sekolah Harus Putar Otak Kembangkan Bisnis

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Adanya penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia membawa dampak bagi sejumlah pengelola kantin sekolah. Karena hal ini, para ibu pengelola kantin harus memutar otak demi bisa tetap kreatif menciptakan menu yang bernilai ekonomi.

Tidak terkecuali para Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju binaan Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia. Ibu pengelola kantin sehat berperan besar dalam pemenuhan nutrisi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, para ibu pengelola kantin sekolah diberikan edukasi agar mampu beradaptasi dan menggerakkan ekonomi dari rumah.

Connie Ang, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia lewat keterangan tertulisnya menjelaskan, “Kegiatan sekolah yang sangat minim membuat para ibu pengelola kantin sehat harus bekerja keras agar tetap bisa mendorong pemulihan ekonomi keluarga. Padahal, mereka juga berperan dalam menyediakan pangan sehat bagi pelanggan maupun keluarganya."

Baca Juga: Dion Wiyoko: Banyak Anak Tak Punya Smartphone dan Kuota untuk PJJ

Seperti diketahui, dampak positif bisnis dan sosial harus berjalan secara bersamaan. Maka dari itu, para ibu pengelola kantin sekolah terus dibina dan tetap dijaga sarana diskusinya. Salah satunya, dengan memberikan akses pelatihan pemanfaatan platform digital untuk membantu usaha mereka.

Sejak tahun 2011, ratusan pengelola kantin di sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia yang dahulu diberi sebutan Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) terus dibina.

Hingga 2018, program ini telah memberdayakan 350 ibu kantin—dimana 72 persen di antaranya mendapatkan peningkatan pendapatan sebanyak lebih dari 50 persen. Selain itu, kenaikan pendapatan yang diperoleh para ibu pengelola kantin ini juga telah memberikan manfaat kepada 1.092 anggota keluarganya.

Dengan berkurangnya kegiatan belajar mengajar di sekolah, para Ibu Kantin Sekolah Generasi Maju mulai mengembangkan UMKM. Berdasarkan pengalaman dalam menyediakan pilihan asupan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar anak-anak di sekolah, ibu pengelola kantin sehat menjual homemade food dan menjajakannya secara door to door maupun online.

Namun, melalui salah satu diskusi, ibu pengelola kantin mengaku bahwa pengetahuan dan pelatihan dalam berbisnis dan memasarkan produk secara daring masih diperlukan.

Dalam semangat mendorong kemampuan wanita untuk mencapai kesejahteraan, pihak Danone SN Indonesia juga memberikan pelatihan wirausaha kepada Ibu Kantin Sekolah Generasi Maju melalui program Women Will. Sebuah inisiatif Grow with Google yang berfokus pada program digital untuk pemberdayaan ekonomi wanita di seluruh dunia, sehingga mereka dapat berkembang dan berhasil.

Sebagai permulaan, pelatihan ini dilakukan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan bisnis 50 ibu pengelola kantin sehat pada bulan Oktober untuk kemudian dilanjutkan ke pengelola kantin lainnya pada bulan November.

Pelatihan ini akan menguatkan edukasi digitalisasi untuk pengembangan bisnis UMKM para pengelola kantin sekolah agar dapat menjangkau konsumen dengan efektif. Program berupa pelatihan pemanfaatan platform digital untuk menumbuhkan potensi bisnis berskala kecil dengan pasar yang terbatas. Selain memberikan wawasan dan pengetahuan dalam memperluas jangkauan usaha, peserta juga dibekali kesiapan mental yang kuat dan keterampilan digital untuk mengelola bisnisnya dengan maksimal.

Salah satu Ibu Kantin Sekolah Generasi Maju di Yogyakarta, Nuriyani Rahayu, sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan ini. “Situasi saat ini menuntut kami untuk menjadi semakin kreatif di tengah kompetisi dan jumlah penjualan yang tidak pasti. Di luar tantangan tersebut, kami tetap berkomitmen untuk memprioritaskan kualitas produk yang sehat bagi konsumen daripada hanya kuantitas. Kami bangga bisa menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat luas mengenai nutrisi.”

Selain dukungan diskusi dan pelatihan, selama pandemi Danone SN Indonesia telah mendistribusikan dukungan senilai lebih dari 1 Miliar Rupiah kepada 234 perempuan penggiat kantin sekolah aktif di Ambon, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta yang mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi. Seluruh upaya ini dilakukan agar ibu pengelola kantin sehat mampu terus menghadirkan pangan sehat untuk pelanggan, maupun memenuhi nutrisi keluarga dan anak-anaknya di rumah.

“Dukungan yang kita berikan kepada setiap ibu akan memengaruhi kesejahteraan setiap anak, komunitas, desa, agar kita bisa bergerak bersama dalam skala besar untuk bangsa Indonesia. Kami berharap dukungan ini dapat menjaga semangat para Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju agar dapat terus berkontribusi bagi pemberdayaan wanita, ekonomi lokal, hingga kesehatan anak-anak di Indonesia,” tutup Connie.