Dampak Rob, Puluhan Ton Sampah Menumpuk di Kali Prancis Tangerang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan ton sampah yang terbawa banjir rob di Kali Prancis, Kelurahan Dadap, Kabupaten Tangerang, menumpuk menutupi aliran kali. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat pun berjibaku membersihkan sampah yang terbawa dari laut tersebut.

Setidaknya, sampai hari ini ada 70 ton sampah lebih, yang diangkut dari aliran Kali Prancis. Sampah-sampah tersebut terbawa dari laut ke Kali Prancis sejak pekan lalu, hingga akhirnya menumpuk menghalangi jalannya perahu nelayan yang terparkir di muara.

"Sekitar 60 sampai 70 ton sampah telah kami angkut ke TPA Jatiwaringin. Kami bersihkan sejak hari Sabtu, 13 November kemarin, hingga hari ini masih terus dilakukan pembersihan," ujar Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Senin (15/11/2021).

Taufik mengatakan DLH mengerahkan 30 petugas dan 10 truk untuk mengangkat berbagai jenis sampah yang menutupi Kali Prancis.

Petugas mengangkut sampah secara manual menggunakan perahu, kemudian ditumpuk di pinggir kali. Setelah itu tumpukan sampah diangkut menggunakan truk untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kerap Terjadi

Permasalahan sampah akibat banji rob ini menurut Taufik bukan sekali ini saja, melainkan jadi masalah yang selalu terjadi bilamana air laut pasang. Sampah pun berasal dari berbagai daerah, hingga menumpuk di Kali Prancis Dadap tersebut.

Makanya, pada saat air surut dan volume sampah sedikit, ada petugas yang selalu siaga untuk mengangkut sampah.

"Untuk mengantisipasi sampah yang datang dari hulu, ada petugas yang monitor dan angkut sampah saat masih sedikit, apabila air pasang pun sudah langsung petugas infokan supaya cepat diangkut sampahnya," kata Taufik.

Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel