Dampak Stres, Suasana Hati Berantakan Hingga Penyakit Jantung Membayangi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan suasana hati dan emosi saat stres merupakan suatu hal yang kerap terjadi. Namun, tidak hanya itu, stres yang berkepanjangan ternyata juga bisa jadi pemicu munculnya penyakit jantung lho.

Dokter spesialis kedokteran jiwa A. M. Y. Eva Suryani mengungkapkan bahwa ketika seseorang mengalami stres, perilaku yang dihasilkan pun kemungkinan besar menjadi buruk. Hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya.

"Ada hubungan bermakna yang diakibatkan stres terhadap gangguan mental dan kesehatan jantung," ujar Eva dalam seminar daring oleh Program Studi Ilmu Kedokteran S3 Universitas Indonesia (UI) dengan tema Manajemen Stres dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jantung pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Eva menjelaskan, perilaku kesehatan buruk yang dimaksud ialah seringkali orang melakukan berbagai hal untuk menghindari stres itu sendiri. Seperti merokok, makan berlebihan, dan mengurangi aktivitas fisik.

"Orang menghindari stres dengan banyak merokok saja atau makan berlebihan. Akhirnya banyak diam saja atau kurang aktivitas fisik, makan juga tidak pilih-pilih tapi makan yang tidak sehat, akhirnya badan jadi obesitas atau kelebihan berat badan," katanya.

"Ada juga penyakit tertentu yang sudah dialami, tapi tidak minum obat sesuai dengan resep. Perilaku kesehatan yang buruk seperti yang tadi itu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," Eva menambahkan.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh juga akan bereaksi secara fisiologis. Reaksi ini meliputi munculnya rasa sakit, takut, peningkatan reaktivasi dari jantung, penurunan aliran darah ke jantung, dan adanya peningkatan kortisol (hormon stres).

Perubahan emosi yang mengiringi

Saat stres, emosi atau perasaan seseorang juga menjadi tak karuan. Eva menjabarkan beberapa perubahan emosi yang kerap muncul saat seseorang mengalami stres. Berikut diantaranya.

1. Tidak bisa fokus

2. Mudah marah

3. Tidak dapat tenang

4. Kesulitan atau banyak tidur

5. Merasa sedih atau bersalah

6. Khawatir

7. Menangis

8. Merasa sangat lelah

9. Selera makan naik atau turun

"Banyak dari kita juga memikirkan hal-hal buruk di masa lalu atau menjadi takut akan masa depan. Stres yang berkepanjangan ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Seperti adanya gangguan depresi, kecemasan, bipolar, dan stres pasca trauma," ujar Eva.

Infografis

Banner Infografis Ayo Jaga Diri dan Kelola Stres Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Banner Infografis Ayo Jaga Diri dan Kelola Stres Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel