AS dan WHO Berselisih soal Asal-usul Virus Corona

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Departemen negara Amerika Serikat (AS) dan seorang ahli dari WHO berselisih terkait asal-usul virus COVID-19. Pun, soal temuan menyebut kalau virus corona tidak berasal dari laboratorium di China.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price pada Selasa lalu, menyambut baik temuan WHO terkait asal muasal virus COVID-19. Tapi, pihaknya tetap akan menggunakan hasil dari Intelijen AS guna dipakai menjadi kesimpulan sendiri.

"Kami akan bekerja dengan mitra kami dan juga memanfaatkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh komunitas intelijen kami sendiri untuk mengevaluasi laporan tersebut setelah kami menerimanya serta data dari evaluasi WHO," kata Price seperti dikutip dari laman usnews.

Tapi, ahli dari WHO, Peter Daszak membantahnya. Dirinya mengatakan kalau Presiden AS, Joe Biden harus terlihat tegas terhadap China.

"Tolong jangan terlalu mengandalkan intel AS: semakin terlepas di bawah Trump & terus terang salah dalam banyak aspek," cuit Daszak dalam akun Twitter-nya.

Dia melanjutkan: "Saya kecewa karena pernyataan yang keluar yang dapat merusak kebenaran pekerjaan ini bahkan sebelum laporan itu dirilis. Sekali lagi - sebagai satu-satunya warga AS di tim ini, saya senang berbicara dengan Gedung Putih temuan misi @WHO.”

Untuk diketahui, virus corona yang menimbulkan pandemi hingga kepanikan di seluruh dunia banyak diyakini berasal dari sebuah pasar hewan di Wuhan, China.

Tim ahli yang dikirim WHO untuk menyelediki asal muasal virus itu pun memberikan hasil temuannya. Disebutkan bahwa, pandemi virus corona kemungkinan berasal dari kepala babi.

Beijing pun menghentikan impor produk makanan beku setelah bukti menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 asli kemungkinan datang dari Pasar Grosir Seafood Huanan dengan cara itu.

Pejabat departemen kesehatan China juga berulang kali melaporkan penemuan virus COVID-19 pada makanan beku termasuk kepala babi dan seafood, kedua produk itu kemungkinan sudah dijual di Pasar Huanan.

Teori penularan rantai beku itu sudah dengan jelas didiskusikan pada konferensi pers di Wuhan pada Selasa lalu, di mana tim ilmuwan internasional dari WHO mempresentasikan temuannya selama periode satu bulan.

"Sars-CoV-2 bisa hidup pada kondisi yang ditemukan di makanan beku, kemasan, dan produk rantai dingin," ujar pejabat Komisi Kesehatan Nasional, Liang Wannian dikutip laman Daily Star.

Baca juga: WHO Sebut Virus Corona Tak Mungkin Datang dari Lab China, Mengapa