AS dan Eropa perangi lonjakan baru virus

Washington (AFP) - Amerika Serikat, Kamis, memerangi kebangkitan kasus virus corona di sejumlah negara bagian termasuk Texas, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa beberapa negara Eropa juga menghadapi kenaikan yang membahayakan.

Peringatan bahwa pandemi -- yang telah merenggut lebih dari 480.000 nyawa di seluruh dunia -- masih jauh dari selesai muncul di tengah kian banyaknya berita suram seputar maskapai-maskapai dunia.

Qantas di Australia mengumumkan pengurangan 6.000 staf dan Lufthansa di Jerman bergerak mendekati paket penyelamatan negara senilai 10 miliar dolar AS ketika rencana itu disetujui oleh Uni Eropa.

Di Amerika Serikat, setelah mencapai posisi tertinggi dalam kurun dua bulan, tingkat kasus baru sekarang melonjak di bagian selatan dan barat, dengan tingkat infeksi terkonfirmasi mendekati level terakhir yang terlihat pada April.

Texas adalah salah satu negara bagian paling agresif dalam pembukaan kembali pada awal Juni setelah berbulan-bulan dikunci.

Gubernur dari Partai Republik, Greg Abbott, yakin Texas telah bebas dari wabah terburuk di AS yang telah merenggut hampir 122.000 nyawa itu yang sejauh ini merupakan korban tertinggi di dunia.

Tetapi Abbott pada Kamis dipaksa menghentikan pembukaan kembali negara bagian secara bertahap dan beranjak meningkatkan ketersediaan tempat tidur rumah sakit.

"Hal terakhir yang ingin kita lakukan sebagai negara bagian adalah kembali ke belakang dan menutup bisnis," kata Abbott, sekutu dekat Presiden Donald Trump, yang menghadapi kritik tajam atas caranya menangani krisis ini.

"Jeda sementara ini akan membantu negara bagian kami menahan penyebaran."

Dua puluh sembilan negara bagian sekarang menghadapi kebangkitan kembali kasus-kasus.

Para ahli menyalahkan tambal sulam tanggapan di tingkat pejabat, politisasi masker wajah dan jaga jarak fisik, dan meluasnya "kelelahan akibat karantina" di kalangan warga Amerika yang resah.

Pejabat-pejabat kesehatan AS sekarang percaya berdasarkan survei antibodi bahwa sekitar 24 juta orang mungkin terinfeksi - 10 kali lebih tinggi dari angka resmi yang tercatat sekitar 2,4 juta.

Mereka mengatakan demografi wabah berubah ketika orang-orang muda terlibat dalam perilaku yang lebih berisiko karena keinginan untuk kembali ke "normal" pra-pandemi mereka.

Dalam mencari rasa normal itu, beberapa lusin wisatawan menerjang panas terik di Paris untuk menaiki tangga besi Menara Eiffel saat dibuka kembali untuk turis -- tanpa melalui lift, yang dianggap terlalu kecil untuk jaga jarak sosial.

"Saya menangis, tetapi itu adalah air mata sukacita," kata Therese (60) dari kota bagian barat daya Perpignan.

Norwegia, yang memiliki beberapa pembatasan perjalanan paling ketat yang masih berlaku, mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya berencana melonggarkan langkah-langkah pembatasan Schengen dan negara-negara Uni Eropa pada pertengahan Juli.

Dan di Inggris, sejumlah orang memanfaatkan terlalu jauh pelonggaran baru ketika ribuan orang berbondong-bondong ke pantai di kota pantai Inggris Bournemouth untuk menyerap sinar matahari.

Dewan lokal menyatakan itu insiden besar dan mengatakan perilaku para pengunjung pantai "cukup mengejutkan".

Pembukaan kembali tempat-tempat wisata dan pantai memunculkan peringatan baru dari WHO bahwa virus di Eropa belum selesai.

Direktur regional WHO, Hans Kluge memperingatkan bahwa di 11 negara, "percepatan penularan telah menyebabkan kebangkitan yang sangat signifikan bahwa jika dibiarkan akan mendorong sistem kesehatan ke jurang sekali lagi di Eropa."

Beberapa bagian Lisabon memberlakukan kembali langkah-langkah penguncian, mengikuti langkah dua distrik di Jerman barat.

Namun, beban kasus Eropa saat ini sebanding dengan Amerika, dengan AS dan Brazil terus memimpin dunia dalam kasus dan kematian terkonfirmasi.

Pemerintah masih berjuang menyeimbangkan kebutuhan kesehatan masyarakat guna memerangi virus yang telah menginfeksi setidaknya 9,5 juta orang dengan dampak ekonomi global yang menghancurkan.

Dana Moneter Internasional adalah yang terbaru yang menghitung kerugian ekonomi dengan memperkirakan bahwa PDB global akan turun 4,9 persen tahun ini dan menghapus 12 triliun dolar AS selama dua tahun.

Dan masalah yang diderita Qantas dan Lufthansa mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan industri penerbangan - dan lebih luas lagi, sektor pariwisata.

Pemerintah telah berusaha keras mencegah perusahaan-perusahaan untuk tidak memberhentikan stafnya - Spanyol pada Kamis memperpanjang skema cuti yang didanai negara hingga akhir September, tiga bulan lebih lama dari yang telah direncanakan.

Uni Eropa memberi dorongan pada prospek obat antivirus remdesivir pada Kamis dengan merekomendasikan penggunaan obat ini yang menjadi obat pertama yang diberi lampu hijau di Eropa.

Tetapi sampai vaksin atau obat ditemukan, para ahli memperingatkan bahwa pembatasan kegiatan ekonomi - dan jumlah korban jiwa yang meningkat - masih tetap normatif.

Jumlah kematian Iran melampaui 10.000 pada Kamis, dengan pejabat kesehatan mencatat lebih dari 100 kematian untuk hari ketujuh berturut-turut.