AS dan Eropa susun rencana vaksin dengan kemungkinan persetujuan segera

·Bacaan 4 menit

Washington (AFP) - Amerika Serikat dan Eropa pada Selasa menyempurnakan rencana memberikan vaksin Covid-19 segera setelah mereka mendapatkan persetujuan di mana sebuah panel AS merekomendasikan agar petugas kesehatan dan penghuni panti jompo diberikan prioritas utama.

Harapan membuncah bahwa vaksin bisa siap digunakan sebelum akhir tahun ini di mana dua vaksin terdepan -produksi Moderna dan BioNTech/Pfizer- sudah meminta persetujuan penggunaan darurat di kedua tepi Atlantik.

Perusahaan-perusahaan berlomba-lomba menemukan pengobatan untuk virus corona yang telah menewaskan hampir 1,5 juta orang dan menginfeksi lebih dari 63 juta orang sejak muncul di China, Desember tahun lalu.

Di Amerika Serikat, sebuah panel penasihat pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengusulkan agar pekerja perawatan kesehatan dan penghuni panti jompo yang seluruhnya 24 juta orang menjadi yang pertama dalam antrean suntikan vaksin Covid.

Kedua kelompok itu sejauh ini menyumbangkan sekitar 40 persen dari total kematian di AS.

Tetapi tidak akan ada satu perangkat aturan untuk seluruh negara berpenduduk 330 juta itu karena pemerintah federal hanya bisa membuat rekomendasi kepada negara bagian-negara bagian yang pada akhirnya memutuskan untuk mereka sendiri-sendiri.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengatakan Selasa bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan luar biasa "paling lambat" 29 Desember untuk mempertimbangkan persetujuan darurat bagi vaksin yang dibuat oleh BioNTech Jerman dan raksasa AS Pfizer.

Rapat lain untuk menaksir permintaan Moderna akan diadakan paling lambat 12 Januari.

Data uji klinis skala besar yang dirilis bulan lalu menunjukkan bahwa kedua vaksin itu aman dan sekitar 95 persen efektif melawan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru.

Juru bicara Komisi Eropa Stefan de Keersmaecker berkata kepada wartawan bahwa setelah EMA memberikan izin peraturan, otorisasi resmi dari Brussel akan menyusul "dengan sangat cepat" yang kemungkinan "dalam hitungan hari."

Vaksin Moderna dan BioNTech/Pfizer didasarkan pada teknologi baru yang sama, yakni mRNA (messenger ribonucleic acid) yang digunakan untuk mengirimkan materi genetik ke tubuh dan membuat sel manusia menciptakan protein dari virus corona.

Ini melatih sistem kekebalan agar siap menyerang jika bertemu dengan SARS-CoV-2.

Pasar saham reli Selasa kemarin berkat kabar baik mengenai vaksin, meskipun lonjakan jumlah infeksi baru membuat para trader agak mengendalikan diri.

Pengumuman oleh EMA itu memberikan kerangka waktu yang lebih jelas untuk memulai kampanye vaksinasi kepada negara-negara Eropa.

Prancis berencana memprioritaskan kelompok-kelompok paling rapuh dan terpapar pada awal 2021, diikuti oleh putaran kedua untuk penduduk tersisa antara April dan Juni, umum Presiden Emmanuel Macron.

Jerman mengatakan bahwa negara ini berharap meluncurkan program imunisasi pada triwulan pertama 2021 dan sedang mempersiapkan pusat vaksinasi di seluruh negeri.

Spanyol pada Selasa mengumumkan akan membeli lebih dari 50 juta dosis vaksin tambahan dari tiga laboratorium berbeda, termasuk Moderna, sehingga total yang akan diperoleh negeri ini menjadi 105 juta dosis.

Negara itu juga meresmikan kompleks medis baru yang sangat besar yang dibangun hanya dalam waktu tiga bulan dengan biaya hampir 100 juta euro (Rp1,7 triliun) guna mengurangi tekanan kepada rumah sakit-rumah sakit di wilayah Madrid.

Sementara itu, Irlandia mengakhiri lockdown sebagian virus corona kedua, Selasa, setelah enam pekan berlaku pembatasan-pembatasan ketat.

Mengingat kasus-kasus diperkirakan bertambah saat orang-orang berbaur menjelang Natal, "tantangannya adalah memastikan kenaikan itu terjadi serendah mungkin," kata Menteri Luar Negeri Simon Coveney kepada stasiun televisi RTE.

Klub negara-negara kaya OECD memperkirakan Selasa bahwa dengan vaksin mungkin hanya beberapa pekan lagi untuk didistribusikan dan perekonomian dunia bakal bangkit kembali ke tingkat sebelum pandemi sampai akhir 2021.

Dengan pertumbuhan global diperkirakan mencapai 4,2 persen tahun depan, dunia dipaksa menutupi hampir semua kekurangan produksi yang dialami pada 2020, sebagian besar berkat "dukungan kebijakan besar-besaran" dari pemerintah dan bank sentral, kata kepala ekonom OECD Laurence Boone.

Namun sementara China dan India diperkirakan akan melesat, Amerika Serikat, zona euro, dan Jepang diperkirakan hanya akan mengalami sedikit kenaikan.

Presiden terpilih AS Joe Biden pada Selasa sudah mengumumkan tim ekonomi baru usulannya dan mengatakan akan memimpin eksekusi rencana memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada perekonomian negeri itu yang lagi goyah.

"Saya tahu ini masa yang berat, tapi saya ingin Anda tahu bahwa bantuan sedang dalam perjalanan," kata Biden.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa tahun depan pandemi akan membuat tambahan puluhan juta lebih manusia menjadi sangat membutuhkan, dan mengatakan diperlukan bantuan kemanusiaan senilai sekitar 35 miliar dolar AS.

"Kenaikan itu terjadi hampir seluruhnya akibat Covid-19," kata koordinator bantuan darurat PBB Mark Lowcock kepada wartawan.

Di Inggris, para anggota parlemen memberikan suara untuk pembatasan-pembatasan baru terkait Covid yang keras dengan menciptakan sistem tiga tingkat untuk menggantikan lockdown seluruh Inggris meskipun ada pemberontakan besar dari para anggota partai Perdana Menteri Boris Johnson sendiri.

Dan undang-undang yang mewajibkan penggunaan masker di ruang publik dalam ruangan akhirnya diberlakukan di Belanda pada Selasa. Belanda menjadi salah satu negara terakhir di Eropa yang memberlakukan aturan seperti ini.

Tentu saja, pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama di Amerika Serikat di mana kini sudah lebih dari 270.000 orang kehilangan nyawa.

Di dunia olahraga, juara dunia Formula Satu Lewis Hamilton adalah megabintang terbaru yang dinyatakan positif terkena virus. Dan dua tim Asosiasi Bola Basket Nasional AS mengumumkan kasus pada hari pertama latihan.

burs-sst/dw