AS dan Qatar Terbelah Soal Solusi Krisis Suriah

TEMPO.CO, Doha - Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menawarkan pandangan yang berbeda mengenai penyelesaian krisis di Suriah. Soal ini terlihat dalam pertemuan internasional negara "Teman Suriah" di Doha, Qatar, Sabtu 22 Juni 2013.

Perdana Menteri Qatar Sheik Hamad Bin Jassem Al Thani mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer mungkin satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun itu.

Sedangkan John Kerry mengatakan, Amerika akan meningkatkan bantuan kepada pemberontak Suriah, tetapi pihaknya percaya bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan konflik adalah melalui negosiasi.

AS dan Inggris telah mendorong pembicaraan langsung di Jenewa antara pemerintah Suriah dan lawan-lawannya dengan harapan itu bisa mengakhiri perang saudara yang telah menewaskan lebih dari 90 ribu orang itu. Uni Eropa dan sejumlah negara Arab, termasuk Mesir, juga mendukung penyelesaian melalui negosiasi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menyampaikan penentangannya terhadap rencana Amerika yang berencana mendorong adanya zona larangan terbang di atas Suriah. Adanya Zona larangan terbang ini dimaksudkan untuk melindungi pemberontak dari serangan tentara pemerintah yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad. 

Voice of America | Abdul Manan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat