Dana Habis, RSUD Sabang Pungut Biaya dari Pasien yang Dirujuk ke Banda Aceh

Merdeka.com - Merdeka.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang memungut biaya dari pasien yang mereka rujuk ke rumah sakit di Kota Banda Aceh. Pungutan ini dikeluhkan keluarga pasien.

Pungutan biaya ini disinyalir telah berlangsung sejak Agustus 2022. Uang yang dikutip bervariasi, mulai Rp800 ribu sampai Rp1 juta.

Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD Kota Sabang, Muhammad Rasid, membenarkan adanya kutipan uang itu. Menurutnya, uang yang dikutip digunakan untuk biaya harian makan minum perawat dan sopir ambulans, ongkos kapal, taksi, penginapan, dan uang saku petugas.

"Pengutipan uang ini dilakukan karena dana dari pemerintah sudah habis terpakai. Kami berharap ada penambahan dana bagi RSUD Sabang, biar tidak memberatkan pasien dan keluarga," katanya, Jumat (18/11).

Gunakan APBD

Penjabat Wali Kota Sabang Reza Fahlevi mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengan stakeholder terkait uang yang dikutip ke pasien rujukan ini. Dia menyatakan pemerintah kota akan menanggung biaya rujukan pasien itu menggunakan dana APBD.

"Saat ini sedang kita lakukan pengecekan kembali belanja perjalanan dinas pada RSUD Sabang," jelasnya.

Dia juga berjanji akan menempatkan satu unit mobil ambulans untuk pasien yang akan dirujuk ke Banda Aceh.

"Serta untuk tahun 2023 nanti akan dipersiapkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk penanganan rujukan dan hal-hal lain yang dianggap penting," beber Reza. [yan]