Dana IPO untuk Rekrut Programmer, WGS Hub Optimistis Dongkrak Laba Bersih

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) siap tancap gas pada 2022. Perusahaan venture builder atau inkubator perusahaan rintisan (startup) berencana menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar 70 persen untuk merekrut ratusan programmer baru dua tahun ke depan.

Selain itu, alokasi 30 persen akan digunakan sebagai cadangan modal kerja lainnya. WGSH atau yang juga sering disebut publik sebagai WGS Hub, pada saat pencatatan saham di BEI meraih pendanaan Rp 29,19 miliar. Emiten melepas sebanyak 208.500.000 saham biasa atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Perekrutan Programmer sebagai sumber pendapatan

CEO WGS Hub Edwin Pramana menuturkan, pada 2022-2023, WGSH akan melakukan perekrutan hingga 200an programmer untuk menjawab permintaan dan mempercepat R&D.

“Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hasil R&D dapat dijual lisensinya, dapat dikonversi menjadi saham pada startup pipeline kami, dan juga dapat dibukukan sebagai aset tak berwujud (intangible asset),” ujar Edwin dikutip dari keterangan tertulis, Senin (27/12/2021).

Edwin menuturkan, ini salah satu keunggulan Venture Builder WGSH. Starstup tidak perlu menunggu investor untuk technology development.

“Sebab, teknologi sudah kami sediakan, sehingga ketika memasuki pendanaan investor itu sudah bicara bagaimana caranya ekspansi,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dongkrak Kinerja Perseroan

PT Wira Global Solusi Tbk atau WGSHub (Dok: Istimewa)
PT Wira Global Solusi Tbk atau WGSHub (Dok: Istimewa)

Perseroan optimistis, rencana bisnis dan strategi alokasi dana ini dapat menciptakan tambahan omzet dan laba bersih signifikan yang melampaui proyeksi pendapatan yang berasal dari jasa IT Perseroan.

Edwin Pramana menambahkan, Perseroan baru saja merampungkan eksekusi dua pipeline yang akan menjadi portofolio perusahaan rintisan barunya (startup), yaitu Teleconsulting UMKM dan Mythologic Studio, studio 3D animasi.

"Di bulan Desember ini kami telah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan keduanya, kami berharap kedua startup tersebut akan memperkuat ekosistem yang kita miliki,” kata Edwin.

Teleconsulting UMKM merupakan hasil kolaborasi Perseroan bersama Dr. Benny Wullur, S.H, M.H. Kes, CLA, CLI, CTL, CCL, CPL, CPCLE, ACIArb, CPT, CH, CHt, salah satu lawyer kondang asal Bandung. Dengan mengusung tagline “Ask Me Anything,” startup ini diberikan codename “BisaBos”.

Perseroan mempersiapkan joint venture ini untuk menyempurnakan ekosistem, memperbesar pipeline startup, sekaligus memberikan solusi legal, akuntansi, dan pajak bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah.

Sedangkan PT Wangsa Ultima Kreasi atau yang biasa dikenal sebagai Mythologic Studio merupakan studio 3D Animasi yang sudah lama malang-melintang di dunia tiga dimensi, salah satu karyanya termasuk produksi film animasi serial Kiko yang tayang di Netflix.

Perseroan bersama Mythologic Studio juga akan menyempurnakan ekosistem, yaitu dalam mendukung kebutuhan 3D modeling, game asset, Augmented Reality, sampai tren masa depan seperti Metaverse dan NFT.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel