Dana kelolaan BRI tumbuh 9,2 persen year on year sepanjang 2021

·Bacaan 2 menit

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mengakselerasi kinerja bisnis wealth management sehingga dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) BRI meningkat 9,2 persen year on year di penghujung 2021.

“BRI senantiasa menawarkan instrumen produk dengan risiko yang aman. Investasi dan proteksi bekerja sama dengan Manager Investasi, Asuradur maupun Sekuritas yang terpercaya dan berpengalaman,” kata Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani dalam keterangan resmi, Kamis.

Menurutnya, Fee Based Income (FBI) Investasi BRI dan FBI Bancassurance BRI juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 45,5 persen yoy dan 23,7 persen yoy di 2021.

"Secara keseluruhan, FBI BRI sendiri meningkat sebesar 27,3 persen secara yoy," kata Handayani dalam keterangan resmi, Kamis.

Selain itu, sebagai mitra distribusi, BRI mencatat total penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada primary market BRI meningkat sebesar 21 persen yoy.

Handayani mengatakan bahwa BRI telah menyiapkan strategi untuk memperkuat edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat, dengan headline "Wealth Management For All".

Di samping itu, dalam rangka optimalisasi sinergi di BRI Group, BRI Wealth Management terus melakukan kolaborasi dengan perusahaan anak, antara lain melalui penambahan produk investasi BRI serta produk Bancassurance BRI di sepanjang tahun 2021.

Upaya tersebut, lanjut Handayani, akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen BRI dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat dan nasabah.

"BRI optimistis bisnis wealth management memiliki prospek cerah dan akan terus tumbuh ke depannya sebagai komitmen mitra terpercaya dalam menghadapi iklim investasi dan proteksi di era yang baru," imbuhnya.

Saat ini, BRI memiliki total 175 outlet layanan nasabah prima BRI yang terdiri dari 1 Signature Private BRI Outlet, 31 Sentra Layanan BRI Prioritas, dan 143 Priority Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, BRI juga memiliki 114 Kantor Cabang yang mempunyai izin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"BRI juga turut serta dalam meningkatkan kapabilitas pekerja BRI melalui akselerasi sertifikasi bidang pengelolaan keuangan secara masif untuk meningkatkan layanan financial advisory BRI kepada nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Handayani.

Baca juga: BRI gandeng Bank Jatim luncurkan kartu JATIM BRIZZI
Baca juga: BRI fasilitasi pembiayaan Chandra Asri senilai 325 juta dolar AS
Baca juga: BRI beri pelatihan dan kesempatan magang 100 penyandang disabilitas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel